Rumah Yang Tak Lagi Menghangatkan
Setiap anak berhak mendapatkan lingkungan keluarga yang hangat dan lingkungan sekolah yang aman. Namun kenyataannya, tidak semua anak merasakan itu. Banyak yang harus hidup di tengah pertengkaran orang tua, tekanan batin, serta lingkungan sekolah yang tidak selalu ramah.
Cerita ini menggambarkan perjalanan seorang anak yang terjebak di antara dua lingkungan yang sama-sama membuatnya terluka. Rumah yang semestinya menjadi tempat berlindung justru menjadi sumber ketakutan, sementara sekolah yang seharusnya memberi kenyamanan berubah menjadi tempat di mana luka semakin dalam.
Melalui kisah ini, kita diajak untuk memahami betapa baik keluarga maupun sekolah memegang peranan penting dalam perkembangan mental seorang anak. Cerita ini bukan sekadar tentang kesedihan, tetapi juga tentang perjuangan, harapan, dan keberanian untuk bertahan di tengah kondisi yang tidak ideal.
Karya ini di buat olek Kelompok 5 & 6 Kelas IX-G