Penulis: Aditya Nouvandino Hendrawan

Bab 4 — BULAN BAHASA SETELAH BUKAN MENJADI PANITIA


"Huuufffttt.... Tadi banyak banget kekurangan nya".

  Pagi pun tiba, ayam berkokok. Aku bangun tidur lalu bergegas untuk membereskan tempat tidur. "Huuuaaahhh (menguap). Sudah pagi aja nieh. OHH IYAA!! bukannya hari ini aku ikut lomba bercerita untuk memeriahkan gebyar bulan bahasa yaa" ucap aku. aku segera untuk bersiap siap , mandi , sholat , makan , dan meminta doa kepada orang tua. Agar pada saat perlombaan bisa berjalan dengan lancar. "Mahh... Pahh... Aku berangkat sekolah dulu ya, doa in nanti bisa menang. Ucap Ditya. "Iya nakk... Pasti mama dan papa selalu berdoa dan mendukung untuk meraih kemenangan." Ucap mama dan papa.

 

  Selama perjalanan menuju ke sekolah, aku benar benar campur aduk dan jantung ku berdebar begitu cepat. Sampai lah di sekolah... "Wahh bagus banget tuu kostum kamu, itu nyewa?" Tanya teman aku. "Ohh ini? Bukan... Ini punya aku sendiri." Ucap aku. "Aku kira nyewa taukk, ternyata punya kamu sendiri... Udah keren, cakep lagi." ucap teman aku. "Hehehehe, makasih yahh" ucap aku. Aku dan teman teman ku berbincang bincang untuk meluluhkan rasa deg deg an. Tiba tiba... Ada suara informasi dari speaker dari ruang guru, "ditujukan untuk peserta lomba bulan bahasa. Segera menuju tempat perlombaan nya masing masing untuk registrasi ulang". "Ehh gais... Aku tidak berangkat ke Aula dulu ya." Ucap aku. "Ohh iya. Semangat dan semoga lancar!!" Ucap teman aku. "Terimakasih banyak yaa, aku pasti 100% semangat dan yakin." Ucap aku.

 

  Sesampailah di Aula. "WOW!! sudah banyak saja yang registrasi" ucap aku. Lalu, aku mengantri dengan sabar. Dengan rasa yang deg deg an dan campur aduk lagi, meskipun tadi sudah di luluhkan rasa tersebut. Tetapi jika di tempat perlombaan, rasa tersebut muncul kembali. Selesai aku registrasi, aku ber bincang bincang dengan panitia yang ada disitu. "Kamu lagi free kah?". Ucap aku. "Ohh iya kak, saya lagi free. Ada apa kak? Apakah ada yang saya bantu?" Ucap Panitia. "Ohh engga, santai aja. Disini kita ngobrol ngobrol aja, biar aku engga deg deg an." Ucap aku. "Boleh kak, kebetulan saya juga lagi free. Karena registrasi nya juga sudah selesai. Dan tinggal menunggu dewan juri untuk datang." Ucap salah satu panitia. "Ehh tau ngga si, aku dulu juga jadi panitia pelaksana setiap event tau. Jadi kangen deh kalo lihat kalian gini. Inget masa lalu. Dulu aku pernah juga di posisi kalian. Menyiapkan perlengkapan untuk lomba, pulang malam, mengeluarkan banyak tenaga, effort, dan mengurangi waktu bermain. Tetapi masa masa itu sudah berlalu." Ucap aku. "Kak? Kok buat sedih sii... Nanti pasti aku juga merasakan rasa itu semua. Setelah masa periode itu selesai." Ucap salah satu panitia. "Iya, betul sekali. Karena setiap orang ada masa nya. Dan setiap pertemuan, pasti ada perpisahan" ucap aku. "Iyaa kak, itu pasti sekalii...." Ucap salah satu panitia. "Yaa udah, gitu aja yaa. Semangat terus dan jangan lupa istirahat" ucap aku. "Baik kak, terimakasih. Kakak nya juga semangat yaa" ucap salah satu panitia. "Okay makasii banyakk" ucap aku. "Mari kak..." Ucap salah satu panitia.

 

  Dewan juri sudah memasuki ruangan aula dan menempatkan posisi nya masing masing. Namun, Suasana makin tegang. Satu per satu peserta lain mulai bercerita."Ehh... Setelah ini aku yang tampil. Aku yakin bisa, aku yakin menang. Bismillahirrahmanirrahim...." Ucap aku di dalam hati. "Peserta dengan nomer urut 7 silahkan menempati ke arena perlombaan." Ucap panitia. "Wahh sudah waktu aku nii. Yok bisa yok!!" Ucap aku. Selesai nya tampil dan berlomba, "Alhamdulillah. Akhirnya selesai juga. Semoga saja bisa menjadi salah satu pemenang. Agar bisa membanggakan nama kelas. (Aamiin)". Ucap aku. Setelah itu saya melihat penampilan dari peserta lain. "Wahh ternyata pada bagus bagus dan keren keren yaa. Jadi minder" ucap aku. Lalu perlombaan telah selesai, lalu saya kembali ke kelas.

 

  Kembaliah aku di kelas, "Hai teman teman, aku kembali" ucap aku. "Halo juga, gimana tadi lomba nya? Lancar? " Ucap salah satu teman aku. "Alhamdulillah lancar lancar aja. Tapi yaa gitu, pada bagus bagus dan keren keren. Jadi minder" ucap aku. "Ehh tidak boleh seperti itu. Kamu harus percaya diri. Yang penting kamu sudah mau dan sudah di percaya untuk mengikuti lomba bercerita. Jadi...menang atau kalah hal yang biasa. Nanti bisa di coba lagi di lomba lomba berikut nya" ucap salah satu teman aku. "Eeummm... Terimakasih yaa teman teman semangat dan motivasi nya. Jadi aku lebih yakin dan aku bisa memperbaiki lagi untuk kedepannya" ucap aku. "Ehh ehh~ bel jam pulang sudah berbunyi tuhh. Yok kita pulang" ucap teman aku. "Oww iyaa, ayok ayok. Hati hati di jalan ya teman teman. Utamakan keselamatan." Ucap aku. "Siap, kelas dong" ucap teman teman aku. "BAY BAYY GAIS" ucap aku. "BAY BAY JUGAA" ucap teman aku.

 

  Selama perjalanan pulang hati aku tidak tenang. Gelisah terus, entah kenapa. Sesampailah di rumah. "Wahh anak mama sudah pulang nii, gimana tadi lomba nya?" Tanya mama. "Allhamdulilah... Lancar ma" Ucap aku. "Siapa yang menang?" Tanya mama. "Masih belum di umumin ma juara nya" ucap aku. "Terus kapan nak di umumin nya?" Tanya mama. "Kata nya sii Minggu depan, pada hari Senin maa" ucap aku. "Oalah. Yaa udah nak. Mama doain kamu bisa menang, aamiin" ucap mama. "Aamiin... Terimakasih ma doa nya. Love you" ucap aku. "Sama sama nak, love you to" ucap mama.