“Hmmm… semalam aku mimpi dia” ucap batinku. Ditya semalam lagi berbunga-bunga hati. Pagi pun tiba, aku akan berdandan yang wangi dan tampan sebelum berangkat ke sekolah, untuk menyambut dia dengan wangi ku dan ketampanan ku.
Sesampai lah di parkiran… “itu dia ngga sii?” ucap latinku. Dengan raut wajah yang tersenyum manis. Lalu sampai lah di kelas aku bercerita ke teman teman, “gaiss… tadi aku ketemu dia tauk, manis - lucu - cantik - pintar lagi” ucap aku ke teman teman. “Aaahhh… masa sii? Berpas - pasan dengan dia.” ucap Ive (salah satu teman aku). “Iya beneran, tadi aku ketemu dan lihat dia” Ucap aku. “Kamu ngga salah lihat kahh? Siapa tau itu cuma perasaan mu aja?” Ucap Ive. “Engga kok, itu beneran dia” ucap aku. “Iya deh, iya. Kalo kamu beneran ber pas pasan dengan dia?” ucap Ive.
Lalu, bel sekolah telah berbunyi. Aku bersiap untuk belajar dan memulai berdoa dengan teman teman ku. Dan tibalah di jam istirahat pertama “KRIIINGGG!!” (Bel sekolah istirahat telah berbunyi).
“Ehh… Ive, Patra, Niagara ayo ke kantin yuk” ucap aku. “Ayok!! Ayokk!! Boleh tuuh” ucap Ive, Patra, dan Niagara. Di pertengahan jalan menuju ke kantin, “Ehh… ehhh… gais - gais. Itu dia ngga siii?” Ucap aku. “Mana siehh? Di sebelah mana dia?” Ucap Patra. “Itu lohh, yang paling pojok sendiri di depan nya pintu” ucap aku. “Oooohhh… iya tuh, ada dia” ucap Patra. Lalu pada saat di depan kantin yang berjualan ber aneka ragam jajanan
tradisional. “Ehhh gais, ayo coba in jajanan itu yok?” Ucap Niagara. “Bolee bolee keliatan nya menarik ngga sieh?” Ucap Patra dan aku. Dan tiba tiba… dia juga membeli di toko kantin yang berjualan aneka ragam jajanan tradisional. “eehh gais, ada dia juga beli disini” ucap aku. Lalu tidak ada angin dan hujan aku ucap ke dia “Uda kamu pilih aja apapun yang kamu mau. Aku belikan, jadi kamu tidak usah bayar lagi” ucap aku. “Ini beneran? Ngga boong? Tiba tiba banget?” Ucap dia. “Iya beneran, aku ngga boong, dan aku serius.” Ucap aku. “Makasi yaa” ucap dia.
Lalu pada saat aku sudah berada di kelas. Ive, Patra, dan Niagara bertanya-tanya, “Sebenernya kamu suka ngga sii sama dia? Kok tadi tiba tiba banget tadi mentraktir dia?” Ucap Niagara. “Iya gais, jadi sebenernya aku tuuh sudah lama mengkagumi dia dan suka dia, tapi aku masih belum berani untuk mengungkap kan ini semua” ucap aku. “Owhh, gitu cerita nyaa, oke okee” ucap Niagara. “Terus kamu ngga mau ada niatan gitu buat mengungkap kan rasa cinta ke dia, yang selama ini kamu pendam?” Tanya Ive. “Sebenernya nya siii aku pengen nya mengungkapkan rasa ini ke dia dan aku mengatakan kepada dia. Tapi masih raguu…” ucap aku. “Udah gapapa kamu ungkapkan aja rasa ini semua ke dia, daripada nanti dia di rebut sama orang lain.” Kata Ive. “Ya udahah gais, nanti aku coba waktu malam hari aku chat dia dan mengungkap kan rasa ini semua” ucap aku. “Nahh gitu dong, coba dulu siapa tau beruntung dapetin dia” ucap Patra.
Bel pulang sekolah telah berbunyi, dan aku ber siap siap untuk kembali ke rumah dan berdoa.
Malam pun tiba. “Udah malam nieh, sesuai dengan janji ku dan teman teman ku aku harus coba mengungkap kan rasa ini semua ke dia” ucap aku. Dan akhirnya aku mengirim kan pesan ke dia terlebih dahulu. Tiba tiba ada notif dari dia. “Ehh ehh, notif dari siapa nieh?” Ucap aku. “HAAHHHH? BENERAN INI CHAT DARI DIA. DAN DIA JUGA MENERIMA NYA?” ucap aku. lalu dia bersenang hati dan tidur nyenyak.
Pagi pun tiba. Aku bersiap siap dan berdandan yang rapi dan wangi.
Di pertengahan perjalanan menuju ke sekolah, aku bertemu dia dan aku pun menyapa nya “HAYY!!” ucap aku. Dan sapaan dari aku, dia pun menyapa nya balik, “hay jugaa” ucap dia.
Tibalah di sekolah dan aku bercerita ke teman teman tentang hal semalam, dan pada saat berpas-pasan di jalan. “GAIS… semalem aku mengungkapkan rasa yang selama ini aku pendam ke dia. Dan dia pun merespon nya penuh kasih sayang dan rasa perhatian tinggi” ucap aku. “OOHH YAA? SERIUS” ucap Ive, Patra, dan Niagara. “Iya dong serius masak bercanda” ucap aku. “Okey deh bagus bagus, akhirnya kamu bisa mendapatkan posisi itu dan orang yang tepat untuk mu” ucap Ive. “Iya nieh gais, aku juga tidak menyangka” ucap aku. “Ya uda selamat yaa, semoga hubungan nya baik baik tanpa ada rasa kejengkelan dan rasa egois tinggi satu sama lain ya” ucap Ive. Dan aku juga mau berpesan “Jangan sampai terlalu berlebihan yaa. Memiliki hubungan juga ada batasan nya. Jangan di tinggal kan sholat nya, tanggung jawab pekerjaan rumah dan tugas sekolah tetap di utamakan. Jangan hanya satu hal bisa merubah kehidupan pribadi mu beda jauh dari sebelum sebelum nya” ucap Ive (perwakilan dari Patra dan Niagara. “Iya gais, terimakasih atas support nya dan pesan nya ya gais, aku akan berjanji tetap menjaga ini semua. LOVE YOU GAIS!!” ucap aku.
Pada akhirnya aku menjalankan hubungan ini dengan dia, dan selalu memperhatikan dia, dan juga aku tidak akan meninggalkan sesuai janji janji dengan teman teman ku, dan menempati janji sesuai dengan amanah dia.
1 bulan kedepan…
Minggu pagi yang cerah. Hari ini keluarga aku mengadakan bersih bersih rumah bersama. “Ayo anak anak aku, kita mulai bersih bersih rumah.” Ucap mama. “ Iya mama sebentar. Lalu kegiatan bersih-bersih pun di mulai. Setelah bersih bersih, mama dan ayah mengajak untuk makan bersama. “Ayo anak anak kumpul sini, kita menikmati makanan yang lezat ini” ucap mama. “Iya mama, siap aj akan kesana” ucap aku dan adik. “Silahkan di nikmati makanan nya, semoga suka. Dan jangan lupa berdoa terlebih dahulu sebelum makan” ucap mama. “Heummm enak sekali makanan nya. Jadi pengen nambah lagi deh. Boleh tidak ma?” Ucap aku. “Boleh boleh aja nak, ambil aja sepuasnya” ucap mama.Tiba tiba mama menanyakan sesuatu…. “Kenapa sih!! Kok akhir akhir ini kamu di kamar mulu?” ucap mama. “Gapapa sii mah, cuma pengen sendiri an aja di kamar. Melepaskan semua rasa lelah” ucap aku. “Kalo misalnya mama cek hp kamu. Soalnya mama curiga banget sama isi hp kamu” ucap mama.”E-eee. Boleh boleh aja ma. Ini hp nya” ucap aku dengan tegang dan takut. “Tuh kann. Ini nomer nya siapa? Kenapa kok isi chat chatan nya romantis banget?!” Tanya mama dengan nada marah. “I-itu teman aku kok ma. Beneran” ucap aku. “HALAH SUDAH KAMU TIDAK USAH BERBOHONG. MAMA PASTI YAKIN 100% SELAMA INI KAMU PUNYA TEMAN MESRA KAN? KALO KAMU NGGA JUJUR. MAMA ENGGA SEKOLAHIN KAMU, ENGGA MAMA KASIH UANG SAKU, DAN HP KAMU MAMA SITA SELAMANYA” ucap mama dengan marah besar. “Maaf maa, selama ini emang aku memang punya teman mesra. Tapi, aku engga bilang ke mama soalnya takut.” Ucap aku. “Hadueh… hadeuh… udah lah nak, ngga usah pacar pacaran. Ngga penting, pikirin masa depan mu dulu. Nanti kalo kamu sukses pasti perempuan itu datang sendiri ke kamu. Bukan malah kamu yang mencari perempuan calon kekasih kamu.” Ucap mama. “Iya ma, maaf yaa ma. Perbuatan yang selama ini aku lakukan. aku mengakui salah, dan maaf yang sebesar besarnya ya mah… pah…” ucap aku dengan sedih. “Yaa udah. Sekarang kamu putusin perempuan itu sekarang lewat telepon dan bilang ke teman-teman kamu. Kalau sudah putus dengan perempuan itu” ucap mama. “Siap ma, aku akan putusin perempuan itu dengan cara yang baik dan tidak meninggalkan rasa luka yang dalam. Dan sensitif dengan aku. Sehingga bisa menjadi menjalin pertemanan yang baik, tanpa ada rasa.” Ucap aku. Lalu aku memutuskan hubungan itu dengan dia. Dan memberitahu ke teman teman. Kalau aku sudah tidak lagi ada hubungan dengan dia.
Selesai nya aku melakukan amanah dari mama. “Mama sudah yaa. Maafkan aku, dan aku tidak akan lagi mengulangi nya lagi” ucap aku. “Iya nak, mama dan papa maafkan. Ingat meraih masa depan tidak lah mudah. Maka berusahalah” ucap mama dan papa. “Iyaa mama papa, siap. LOVE YOU MAMA PAPA (berpelukan)” ucap aku.
“Kadang hati pengen jatuh cinta, tapi pikiran tahu kalau sekarang waktunya berjuang. Percintaan bisa datang kapan aja, tapi masa muda dan kesempatan buat menuntut ilmu tidak akan terulang. Fokuslah pada pendidikan terlebih dahulu, karena ketika kamu sukses, cinta yang tulus akan datang dengan sendirinya — tanpa harus kamu kejar.”