Penulis: Aditya Nouvandino Hendrawan

Bab 5 — AKU MERINDUKAN MU, TIDAK MEMINTA TAPI DI BERI


  Saat bel pulang berbunyi. Neoyon bergegas bersiap - siap untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Namun, pada saat ekstrakulikuler, tiba tiba Neoyon dapat telepon dari orang tua. Kring... Kring... Kring... Suara notifikasi telepon berbunyi. 

 

"Hp nya siapa ini? Ada yang telepon?" Ucap salah satu teman saya. 

 

"ohh iya, HP AKU TEMAN. Terimakasih" ucap Neoyon. 

 

Tenyata dapat kabar kalau nenek sudah meninggal. 

 

 

  Namun Neoyon pamit pulang ke coach dan ke teman teman yang lain. Neoyon pulang dengan keadaan hati yang sedih. Dan tidak menyangka secepat itu nenek pergi. Neoyon dan keluarga nya bergegas untuk berangkat ke tempat tinggal nenek. Sesampailah disana Neoyon dan keluarga sudah begitu sedih. Dan keluarga Neoyon langsung pergi ke tempat tinggal istirahat terakhir nenek. Setelah itu, Neoyon membantu untuk mempersiapkan acara tahlil 7 hari nya nenek. Setelah acara selesai, Neoyon pamit pulang dan Tante berpesan. 

 

"Neoyon... kalau nenek selama ini ada salah, kekurangan, atau ada sesuatu yang membuat Neoyon sakit hati. Tante mewakili, meminta maaf yang sebesar besarnya yaa. Dan terimakasih sudah membantu acara tahlil 7 hari nenek pada hari ini" ucap Tante. 

 

"Iya tante, Neoyon pamit pulang. Assalamualaikum..." ucap Neoyon.

 

"Waalaikumsalam, hati hati di jalan" ucap Tante.

 

 

  Neoyon tak menyangka nenek yang selama ini merawat dari kecil hingga ia memasuki masa sekolah nya. Begitu cepat pergi dan tidak akan bisa bertemu lagi di dunia. Neoyon hanya bisa menghampiri makam nenek, mengirim doa, dan mengikhlaskan atas kepergian nenek. Agar nenek bisa tenang di alam sana. 

 

Aku sayang nenek. Nenek tenang disana ya. Nenek tidak perlu khawatir. Pasti Neoyon selalu bahagia dan pasti nya selalu membuat bangga.

 

"Kehilangan orang yang kita sayangi mengajarkan kita untuk lebih menghargai waktu bersama mereka, berbuat baik selama mereka masih ada, dan mengikhlaskan kepergian mereka dengan doa yang tulus."