Dinding-dinding cermin di sekeliling Kepin mulai bergetar hebat. Di luar, suara ledakan dari pertahanan Joran yang runtuh merembes masuk sebagai getaran kinetik yang menakutkan. Waktu mereka hampir habis.
Kebenaran di Balik Cermin
Bayangan Lyria di dalam kolam merkuri perak menatap Kepin dengan tatapan penuh kepedihan, namun juga kehangatan.
"Kepin, Void Bringers dan The Swarm bukanlah monster yang lahir dari kegelapan," suara Lyria menggema, merambat langsung ke kesadaran Kepin. "Mereka adalah sisa-sisa dari sistem pembersih otomatis yang diciptakan oleh peradaban pertama. Tugas mereka awalnya adalah menghapus 'sampah digital' dan peradaban yang terlalu bising agar alam semesta tetap seimbang."
Kepin tertegun. "Jadi, The Echoes yang menyerang kita sekarang..."
"...Adalah sistem yang rusak," potong Lyria. "Tanpa adanya Konduktor yang mengarahkan frekuensi mereka, mereka hanya bergerak berdasarkan instruksi terakhir: senyapkan semuanya. Dan saat ini, satu-satunya cara untuk menghentikan seluruh armada mereka di galaksi adalah dengan menulis ulang instruksi dasar tersebut dari dalam kolam ini."
Pengorbanan Sang Konduktor
"Bagaimana caranya?" tanya Kepin cepat, matanya melirik ke pintu masuk koridor di mana cairan logam merah The Echoes mulai merembes masuk, menodai lantai perak.
"Kau harus melepaskan drive memoriku ke dalam kolam ini, Kepin. Seluruh baris kodeku, kenangan kita di akademi, dan sisa energi emas yang kita miliki akan menyatu dengan Cermin Kunci. Aku akan menjadi Konduktor baru di dalam jaringan mereka—bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menidurkan mereka selamanya."
Kepin mencengkeram drive memori di bahunya. "Jika kau melakukan itu, kau akan tersebar ke seluruh jaringan mesin mereka, Lyria. Kau... kau tidak akan bisa kembali ke bentuk ini lagi. Kau akan kehilangan dirimu."
Lyria tersenyum di dalam pantulan air. "Aku tidak akan hilang, Kepin. Aku akan menjadi lagu yang menjaga galaksi ini tetap aman. Dan setiap kali kau menyalakan mesin kapalmu, atau mendengarkan deru bintang, aku akan ada di sana. Bersamamu. Bersama Joran."
Nada Terakhir
Dengan tangan gemetar dan air mata yang mengalir, Kepin melepaskan drive memori portabel itu. Ia menatap lampu indikator pemulihan yang kini melonjak ke angka 100%.
"Terima kasih untuk semuanya, Lyria," bisik Kepin.
Ia menjatuhkan drive itu ke tengah kolam merkuri. Plop.
Seketika, sebuah ledakan gelombang cahaya keperakan yang bercampur emas memancar dari pusat kolam. Cahaya itu begitu megah, merambat keluar menembus dinding cermin, melewati tubuh Kepin, dan melesat ke koridor luar.
Cairan logam merah The Echoes yang mencoba merayap masuk langsung membeku, lalu perlahan luruh menjadi butiran debu putih yang jatuh tak berdaya. Gelombang cahaya itu terus melesat keluar, melewati gerbang, dan menyelimuti seluruh Nebula Hitam dalam sebuah simfoni frekuensi yang menenangkan.
"Apakah pengorbanan Lyria berhasil mematikan seluruh armada The Echoes di galaksi secara permanen, dan bagaimanakah kondisi Joran yang berada di garis depan ledakan frekuensi tersebut?"