Waktu seolah melambat di dalam kokpit Skyward Grace. Di depan mereka, gerbang perak Cermin Kunci melambai sebagai satu-satunya jalan keluar. Di belakang, puluhan kapal cepat The Echoes meluncur membelah kabut ungu Nebula Hitam dengan mesin merah yang menderu liar.
Menjaga Ambang Pintu
"Kepin, bawa drive memori Lyria dan masuk ke dalam!" Joran melepas sabuk pengamannya dengan satu sentakan cepat. "Aku akan memutar balik kapal ini di mulut gerbang. Sasis Skyward Grace cukup besar untuk menyumbat celah masuknya."
"Kau gila, Joran? Kalau kau menyumbat gerbangnya, kau akan terkepung di luar tanpa jalan keluar!" Kepin mencengkeram lengan sahabatnya.
"Kita tidak punya pilihan!" Joran menatap tajam ke layar belakang yang menampilkan armada musuh yang mulai mengunci posisi mereka. "Jika mesin-mesin itu berhasil menyelundupkan satu saja virus ke dalam Cermin Kunci, galaksi ini benar-benar selesai. Pergi, Kepin! Biarkan aku melakukan tugasku sebagai prajurit!"
Kepin melihat indikator pemulihan Lyria yang kini berada di angka 45%. Layar itu terus berkedip, memancarkan sinyal darurat yang selaras dengan interior Cermin Kunci. Dengan berat hati, Kepin mencabut drive itu, menyandangnya di bahu, dan melompat ke arah palka darurat yang mengarah langsung ke koridor perak bola cermin.
Benteng Sayap Perak
Begitu kaki Kepin menginjak lantai kristal Cermin Kunci, Joran langsung mengeksekusi rencananya. Ia membanting kemudi Skyward Grace, membuat kapal kargonya berputar 180 derajat di udara hampa, memposisikan bagian ekor dan sayap kapal yang tebal tepat di tengah-tengah pintu gerbang yang sedang bergerak menutup perlahan.
Brakk! Kapal pendarat terdepan The Echoes menghantam lambung Skyward Grace dengan keras. Logam cair merah mereka mulai merayap, mencoba mengikis perisai fisik kapal Joran. Joran mengunci semua sistem internal kapal dan mengalihkan seluruh sisa bahan bakar ke sistem pertahanan perimeter.
"Maju terus, Kepin... jangan menoleh ke belakang," bisik Joran di tengah kegelapan kokpitnya yang mulai dialiri listrik merah dari luar.
Ruang Refleksi Jiwa
Sementara itu, Kepin berlari menembus koridor yang seluruh dindingnya terbuat dari cermin cair. Di dalam ruangan pusat, ia tidak menemukan komputer atau mesin, melainkan sebuah kolam merkuri perak yang tenang.
Saat Kepin mendekat, bayangan yang muncul di permukaan kolam bukan hanya wajahnya yang lelah, melainkan sosok Lyria yang utuh, mengenakan seragam akademi mereka dulu.
"Kepin," suara Lyria terdengar di dalam kepala Kepin, bukan lagi dari speaker yang rusak, melainkan sangat jernih dan nyata. "Kau berhasil membawa sisa jiwaku ke tempat penciptaan awal. Di sini, tidak ada kode digital. Di sini, semuanya adalah perasaan yang diubah menjadi frekuensi murni."
"Bagaimana cara menghentikan mereka, Lyria?" Kepin berlutut di tepi kolam, menatap bayangan sahabatnya. "Joran sedang bertaruh nyawa di luar. Kita butuh senjata, bukan sekadar refleksi."
Di dalam jantung Cermin Kunci, Kepin harus menghadapi kenyataan tentang apa sebenarnya asal-usul Void Bringers. Sementara di luar, Skyward Grace mulai retak di bawah tekanan infeksi The Echoes yang haus akan kehancuran.