Meriam-meriam batu kristal pada bangkai kapal purba itu mulai berpendar. Bukan laser atau plasma merah seperti milik The Echoes, melainkan tembakan gelombang suara padat berwarna putih keperakan yang melesat membelah ruang hampa.
Dansa di Antara Desingan Suara
"Joran, menghindar ke bawah! Itu gelombang akustik kinetik!" teriak Kepin.
Joran menarik tuas kemudi Skyward Grace dengan sentakan tajam. Kapal menukik drastis, menghindari tembakan pertama yang langsung menghantam sebuah pecahan asteroid di belakang mereka hingga hancur menjadi bubuk kosmik.
"Meriam mereka tidak menembak untuk menghancurkan fisik kita, Kepin," Joran bermanuver zig-zag menembus celah-celah sayap kapal kuno. "Sistem perisai kita tidak berkurang, tapi getarannya membuat seluruh sirkuit Skyward Grace bergetar hebat. Jika kena sekali lagi, kita akan kehilangan kendali mesin!"
Bangkai-bangkai kapal penjaga itu mulai mengepung mereka, bergerak dalam formasi melingkar yang rapi seolah-olah mereka adalah bagian dari sebuah orkestra pertahanan yang megah.
Nada yang Cocok
Kepin menyadari sesuatu saat melihat ritme tembakan musuh. Setiap kali meriam itu akan menembak, permukaan bola Cermin Kunci di pusat area akan bergetar dan memancarkan pola geometris tertentu.
"Ini bukan serangan acak, Joran. Ini adalah ujian frekuensi," Kepin melepaskan drive memori Lyria dari bahunya dan menghubungkannya langsung ke konsol pemancar sinyal darurat kapal. "Penjaga ini mencari frekuensi yang 'selaras' dengan pencipta mereka. Mereka menganggap kita sebagai penyusup bising."
Indikator pemulihan Lyria masih tertahan di angka 18%, tetapi Kepin tidak butuh kesadaran penuh Lyria. Ia hanya butuh lagu itu—melodi akademi yang tersimpan di dalam memori inti yang sempat bergetar di Marrow Desolation.
Kepin menekan tombol transmisi, memancarkan melodi lembut itu keluar dari antena Skyward Grace, menyebarkannya ke seluruh penjuru Nebula Hitam.
Gerbang yang Terbuka
Begitu gelombang melodi itu menyentuh permukaan Cermin Kunci, meriam-meriam kristal yang siap melepaskan tembakan maut berikutnya mendadak meredup. Untaian energi putih keperakan yang mengikat bangkai-bangkai kapal kuno itu bergetar lembut, lalu berubah haluan.
Bangkai kapal perang yang tadinya mengepung mereka perlahan mundur, membuka barisan dan membentuk jalan lurus yang mengarah tepat ke jantung bola cermin raksasa.
Di layar konsol Kepin, teks baru muncul dari sisa memori Lyria:
OTENTIKASI BERHASIL.
Selamat datang kembali, Konduktor Ketiga.
PROGRES PEMULIHAN SISTEM: Jump to 45%...
Permukaan bola cermin di depan mereka mulai bergeser dan terbuka, menyingkap sebuah lorong bercahaya perak yang menanti untuk dimasuki. Namun, dari kaca spion kokpit, Joran melihat kilatan lampu merah tua yang sangat akrab di kejauhan. Armada garda depan The Echoes rupanya berhasil menembus badai radiasi nebula, mengikuti jejak bising yang sempat mereka buat.
Pintu menuju rahasia terdalam telah terbuka, namun musuh sudah berada tepat di belakang mereka. Joran harus menahan pintu gerbang Cermin Kunci agar tidak ikut dimasuki oleh infeksi mesin The Echoes.