Drone-drone terdepan The Echoes mulai merayap masuk ke dalam lorong gua, bentuk mereka menyerupai serangga logam berkaki banyak dengan sensor merah yang berputar liar. Joran mundur perlahan, menembakkan peluru kinetik terakhirnya hingga magasin senapannya berdenting kosong. Ia mencabut pisau taktis dari lengannya, bersiap untuk pertempuran jarak dekat yang mustahil dimenangkan.
Membalikkan Frekuensi
Di balik kegelapan gua, Kepin tidak lagi merangkak. Ia berdiri dengan bertumpu pada akar purba yang kini berpendar putih keperakan. Di tangannya, kotak logam itu telah terbuka. Serpihan merah di dalamnya kini tidak lagi berdenyut menyerang, melainkan terisolasi oleh energi organik dari akar pohon Marrow Desolation.
"Joran! Merunduk!" teriak Kepin.
Kepin menghantamkan telapak tangannya yang terbungkus sisa-sisa kabel drive memori ke dalam barisan akar utama. Menggunakan pengetahuan teknis yang baru saja disaring kembali dari otaknya, ia membalikkan fungsi penyerapan akar tersebut menjadi sebuah peluncur gelombang pulsa elektro-magnetik organik (Bio-EMP).
Akar-akar di seluruh gua menyala terang benderang. Sebuah gelombang kejut berwarna putih-perak melesat keluar dari kedalaman gua, melewati tubuh Joran yang langsung menjatuhkan diri ke tanah, dan menghantam seluruh pasukan mesin di mulut kawah.
Kesunyian yang Sesungguhnya
Efeknya instan. Drone-drone yang tadinya bergerak agresif langsung membeku di tempat. Sensor merah mereka berkedip sekali sebelum padam total. Di luar gua, tiga kapal pendarat The Echoes berguncang hebat saat sirkuit cair mereka dipaksa mengalami kegagalan sistem (system crash). Seluruh pasukan mesin di kawah itu berubah menjadi tumpukan besi tua dalam hitungan detik.
Joran mengangkat kepalanya, napasnya memburu di balik helm pelindungnya. Ia menatap ratusan robot yang kini tak bernyawa di sekelilingnya, lalu menoleh ke dalam gua. "Itu... luar biasa, Kepin."
Kepin berjalan keluar, langkahnya masih agak goyah, namun matanya memancarkan ketegasan yang lama hilang. "Itu hanya menonaktifkan mereka untuk sementara di sektor ini, Joran. The Echoes di pusat kendali asteroid akan segera menyadari hilangnya unit mereka dan mengirimkan armada yang lebih besar."
Haluan Baru: Nebula Hitam
Kepin mengangkat drive memori portabel di bahunya. Indikator pemulihan sistem kini tertahan di angka 18%. Meskipun Lyria belum bisa memproyeksikan dirinya, baris kode di layar kecilnya kini menampilkan koordinat ruang angkasa yang sangat spesifik.
"Sektor Nebula Hitam," ujar Joran, berjalan mendekati Kepin dan memeriksa koordinat tersebut. "Itu adalah wilayah kuburan kapal-kapal perang kuno dari era sebelum Gilda terbentuk. Tempat yang sangat tidak stabil karena badai radiasi kosmik."
"Itulah alasan kenapa Cermin Kunci disembunyikan di sana," sahut Kepin sambil melangkah menuju Skyward Grace yang untungnya selamat dari gelombang pulsa karena terlindung dinding kawah. "Badai radiasi di sana akan menyembunyikan tanda energi kita dari kejaran The Echoes. Kita harus berangkat sekarang sebelum mereka mengunci koordinat kita lagi."
Dengan kapal yang kini menjadi satu-satunya tempat aman, trio sahabat ini mengarahkan haluan menuju labirin kegelapan di Nebula Hitam. Di sana, rahasia tentang penciptaan awal Void Bringers dan cara menghentikan invasi mesin menunggu untuk diungkap.