Skyward Grace menembus atmosfer tipis planet Marrow Desolation dengan guncangan hebat. Navigasi manual yang dilakukan Joran benar-benar menguras tenaga; tanpa bantuan komputer otomatis, ia harus mengandalkan insting murni untuk mendaratkan kapal di dekat kawah oasis yang kini telah kering kerontang.
Daratan Tengkorak
Saat pintu palka terbuka, udara dingin dan kering langsung menyergap. Permukaan planet ini tampak seperti kuburan massal batuan kapur putih yang menyerupai susunan tulang raksasa—alasan mengapa planet ini dinamai Marrow.
"Kepin, bertahanlah. Kita sudah sampai," Joran merangkul pundak Kepin yang kini berjalan terseok-seok.
Pendaran merah di lengan Kepin telah menjalar hingga ke lehernya. Detak jantungnya terdengar aneh, berbunyi klik-klik-klik seperti suara mekanis jam dinding yang rusak. Di tangan kanannya, kotak logam berisi serpihan The Echoes masih melekat erat, seolah telah menyatu dengan dagingnya.
Mereka melangkah menuju sisa-sisa akar raksasa dari pohon kristal kuno tempat Lyria dulu terikat. Di sana, di dalam gua bawah tanah yang gelap, akar-akar itu tampak seperti urat-urat bumi yang membeku.
Filter Organik
Kepin merebahkan dirinya di pusat lingkaran akar. Anehnya, begitu tubuh Kepin menyentuh material organik purba itu, urat-urat akar yang tadinya kering mulai merespon. Mereka memancarkan cahaya putih pucat, mencoba menyerap sisa-sisa energi merah dari tubuh Kepin.
"Proses ini... berfungsi sebagai saringan," bisik Kepin, suaranya sangat serak. "Akar purba ini mengenali energi Void Bringers. Mereka mencoba mengisolasi virus merah di dalam otakku."
Namun, The Echoes di dalam pikiran Kepin menolak untuk menyerah. Mereka mengamuk, memproyeksikan ilusi mengerikan langsung ke retina mata Kepin. Ia melihat gambaran ribuan armada mesin tanpa awak yang kini bergerak meninggalkan pabrik asteroid, bersiap melakukan lompatan hiper menuju planet-planet berpenghuni.
"Joran... mereka sudah bergerak," erang Kepin, matanya terbelalak menatap langit-langit gua. "Armada The Echoes... mereka tidak menunggu cetak biruku selesai. Mereka menggunakan apa yang sudah mereka curi dari kepalaku!"
Kebangkitan Terakhir
Di saat kritis itu, drive memori di bahu Kepin yang sejak tadi mati total tiba-tiba mengeluarkan percikan listrik kecil. Sisa energi dari akar purba memicu sistem cadangan tersembunyi yang ditanamkan Lyria sebelum ia meredup.
Sebuah teks holografik kecil muncul melayang di udara, bergoyang tidak stabil:
PROGRAM PEMULIHAN: 9%...
PESAN STRATAL: "Cari... Cermin Kunci di Sektor Nebula Hitam..."
"Cermin Kunci?" Joran membaca teks itu dengan cepat. "Kepin, Lyria meninggalkan petunjuk sebelum dia tidak aktif! Ada kunci kedua!"
Belum sempat Kepin menjawab, tanah di bawah mereka bergetar hebat. Di luar gua, suara gemuruh pendaratan kapal lain terdengar. Sinyal pelacak dari kotak logam Kepin rupanya telah menuntun unit garda depan The Echoes langsung ke persembunyian mereka.
Gerombolan robot terinfeksi telah mengepung kawah Marrow Desolation. Joran harus menahan garis pertahanan sendirian di mulut gua, sementara Kepin berjuang menyelesaikan proses penyaringan memori sebelum otaknya sepenuhnya dikuasai oleh musuh.