Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 43: Denyut yang Terikat


Ruang kemudi Skyward Grace dipenuhi oleh suara dengung mesin Aether yang bekerja keras meninggalkan Sektor Wonoayu. Di kursi belakang, Kepin terduduk kaku. Tangannya masih memegang erat kotak logam berat itu, namun ada sesuatu yang salah.

​Urat-urat di lengan Kepin mulai berpendar dengan warna merah tua yang redup, berdenyut seirama dengan serpihan yang terkunci di dalam kotak.

​Ikatan Dua Frekuensi 

​"Kepin! Lepaskan kotak itu!" Joran berteriak dari kursi pilot, matanya sesekali melirik indikator medis Kepin di layar dasbor yang menunjukkan lonjakan gelombang otak yang tidak wajar.

​"Aku... aku tidak bisa, Joran," bisik Kepin. Keringat dingin mengucur di dahinya. "Tanganku mati rasa. Bukan karena logamnya... tapi karena pikiranku seperti terkunci dengan apa yang ada di dalam."

​Dari speaker kapal, suara Lyria tidak terdengar. Drive memori di bahu Kepin benar-benar gelap dan dingin setelah dipaksa melakukan Bypass tadi. Kehilangan pelindung dari energi emas Lyria membuat pertahanan mental Kepin terbuka lebar bagi infeksi The Echoes.

​Di dalam kepala Kepin, sebuah visi mulai terbentuk. Ia tidak melihat ruang angkasa, melainkan sebuah pabrik raksasa yang tersembunyi di dalam asteroid mati. Ribuan robot dan kapal tua Gilda sedang dibongkar dan dirakit kembali menjadi bentuk-bentuk yang mengerikan. The Echoes sedang membangun armada.

​Navigasi Tanpa Suara 

​"Joran," panggil Kepin, suaranya kini terdengar agak berat, seolah berlapis dengan frekuensi lain. "Ubah haluan... jangan ke markas Gilda."

​"Apa? Tapi kita butuh tim medis Gilda untuk melepaskan benda itu dari tanganmu!" balas Joran sambil bersiap menarik tuas lompatan hiper.

​"Jika kita ke Gilda, mereka akan mendeteksi sinyal ini dan mengarantina kita. Atau lebih buruk... The Echoes di dalam kotak ini akan menginfeksi seluruh jaringan pertahanan pusat Gilda," Kepin mencengkeram kepalanya yang pening dengan tangan yang bebas. "Kita harus pergi ke tempat di mana semuanya dimulai. Planet Marrow Desolation."

​Joran tertegun. Planet itu kini sudah ditinggalkan setelah oasisnya mengering, menjadi planet mati tanpa kehidupan. Namun, Kepin benar. Di sana terdapat sisa-sisa akar pohon kristal kuno yang mungkin bisa menjadi penawar atau setidaknya menyaring frekuensi merah yang menginfeksi tubuh Kepin.

​Bisikan dalam Gelap 

​Saat Joran memutar arah kemudi menuju planet terlarang itu, layar komputer Skyward Grace kembali berkedip. Kali ini, sebuah teks muncul, bukan suara:

​KONEKSI BERHASIL.

"Kami menyukai rumah barumu, Teknisi. Pikiranmu penuh dengan cetak biru yang sangat... berguna."

​Kepin menyadari bahaya yang lebih besar. The Echoes tidak hanya ingin menghancurkannya; mereka sedang memindai seluruh pengetahuan teknis yang ada di otak Kepin untuk menyempurnakan armada mesin mereka.

​Perjalanan menuju Marrow Desolation menjadi balapan melawan waktu. Kepin harus menahan pikirannya agar tidak sepenuhnya dibaca oleh The Echoes, sementara Joran harus menerbangkan kapal tanpa bantuan navigasi otomatis yang kini telah terinfeksi.