Stasiun riset yang biasanya tenang kini berubah menjadi perangkap maut. Lampu-lampu merah berkedip dengan ritme yang tidak alami, seirama dengan denyut serpihan merah di dalam kotak logam Joran. Di layar monitor, barisan kode emas milik Lyria mulai terdesak oleh simbol-simbol hitam yang merambat seperti virus cair.
Serangan di Ruang Digital
"Kepin! Sesuatu sedang menarikku keluar dari drive memori!" teriak Lyria melalui speaker bahu Kepin. Suaranya penuh dengan distorsi elektrik. "Ini bukan sekadar virus... mereka mencoba mengunduh kesadaranku ke dalam serpihan itu!"
Kepin segera menyambar kabel data dan mencoba melakukan lockdown pada sistem stasiun. "Joran, tutup kotaknya! Radiasi dari serpihan itu berfungsi sebagai antena bagi 'The Echoes'!"
Joran menghantam tutup kotak logam itu hingga terkunci rapat. Seketika, tekanan statis di ruangan itu berkurang, namun kerusakan sudah terjadi. Pintu-pintu hanggar otomatis mulai tertutup sendiri, mengunci mereka di dalam.
Bayangan dalam Mesin
Tiba-tiba, salah satu robot pemeliharaan di sudut ruangan berputar. Mata sensornya yang biasanya biru kini menyala merah tua. Lengan mekaniknya memanjang, berubah bentuk menjadi bilah tajam yang terbuat dari logam cair.
"Sepertinya mereka tidak butuh pintu untuk masuk," gumam Joran sambil mencabut pistol pulse-nya. "Mereka sudah ada di dalam peralatan kita!"
Robot itu menerjang dengan kecepatan yang mustahil bagi mesin tua. Joran melepaskan tembakan, namun peluru energinya justru diserap oleh tubuh robot tersebut, membuatnya semakin besar.
"Jangan gunakan senjata energi!" teriak Kepin. Ia menyambar sebuah pipa besi dari meja kerja. "Mereka memakan frekuensi! Kita harus menghancurkan sirkuit fisiknya!"
Pelarian dari Stasium
Kepin dan Joran bertarung melawan mesin-mesin yang kini kerasukan. Stasiun riset itu seolah-olah hidup dan mencoba menelan mereka. Dinding-dinding logam bergetar, dan kabel-kabel listrik menjuntai seperti tentakel yang mencoba menyetrum mereka.
"Lyria, bisakah kau membuka pintu hanggar?" tanya Kepin sambil menghantam sensor pintu dengan pipa besinya.
"Aku... aku mencoba menahan mereka di gerbang utama sistem!" suara Lyria terdengar sangat lemah. "Kepin, kau harus menggunakan 'Protokol Bypass' yang kita buat di Ruang Kosong! Gunakan sisa energi emas di drive memoriku untuk memaksa pintu itu terbuka!"
Kepin ragu sejenak. Jika ia menggunakan energi itu, Lyria mungkin akan kehilangan kemampuannya untuk bicara selama berhari-hari. Namun, melihat robot-robot lain mulai merayap dari langit-langit, ia tidak punya pilihan.
"Maafkan aku, Lyria," bisik Kepin. Ia menekan tombol Bypass.
Sebuah gelombang cahaya emas memancar dari drive di bahunya, menghantam panel pintu hanggar. Pintu itu meledak terbuka. Di luar, Skyward Grace menunggu dengan mesin yang sudah menyala.
Mereka berhasil melompat ke dalam kapal dan meluncur menjauh tepat saat stasiun riset itu meledak dalam nyala api merah tua. Namun, saat mereka berada di ruang hampa, Joran menyadari sesuatu yang mengerikan: kotak logam berisi serpihan merah itu masih ada di tangan Kepin, dan ia mulai berdenyut mengikuti detak jantung Kepin.