Kotak Pos di Lantai 100
Setelah kesuksesan Veldora-Con, popularitas sang Naga Badai meroket tajam. Rimuru, yang melihat potensi ini untuk meningkatkan literasi di Tempest, memutuskan untuk memasang sebuah kotak pos khusus di depan pintu masuk Labirin.
"Veldora, banyak warga yang ingin bertanya tentang teknik bertarungmu. Cobalah balas beberapa surat mereka saat kau sedang bosan," saran Rimuru.
Awalnya, Veldora merasa itu merepotkan. Namun, saat ia membuka surat pertama yang ditulis dengan tangan gemetar oleh seorang anak Goblin, hatinya yang keras seperti berlian mendadak melunak.
“Tuan Veldora yang Hebat, bagaimana cara agar aku bisa memiliki keberanian seperti seekor naga?”
Veldora berdiri tegak, membetulkan kacamatanya, dan mengambil pena bulu ayamnya. "Zegion! Batalkan jadwal riset manga hari ini! Kita punya tugas negara yang lebih penting!"
Sesi Konsultasi Naga
Veldora mulai membalas surat-surat itu dengan gaya yang sangat dramatis. Ia tidak hanya memberikan saran praktis, tapi juga menyisipkan filosofi-filosofi dari manga yang ia baca.
Kepada anak Goblin itu, ia menulis:
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan kemampuan untuk berteriak lebih keras daripada rasa takutmu! Kwahahahaha! Cobalah berlatih pose berdiri tegak di bawah air terjun selama 10 detik setiap pagi!"
Tak lama kemudian, "Kolom Saran Veldora" menjadi rubrik paling populer di koran mingguan Tempest. Warga mulai mengirimkan segala macam pertanyaan, mulai dari masalah percintaan hingga resep rahasia untuk memperkuat otot.
Surat Misterius dari "Penggemar Rahasia"
Suatu hari, Veldora menerima surat dengan amplop berwarna biru pucat yang dingin saat disentuh. Isinya singkat:
"Aku sedang memperhatikan perkembanganmu. Jangan sampai kau menjadi terlalu lembek karena kehidupan kota ini."
Veldora langsung berkeringat dingin. Aura es yang terpancar dari kertas itu hanya bisa berarti satu hal: kakaknya, Velzard, sedang memantau rubrik sarannya.
Seketika, Veldora mengubah nada balasannya menjadi jauh lebih serius dan "garang" selama satu minggu penuh, hanya agar kakaknya tidak menganggapnya kehilangan harga diri sebagai naga. Ia bahkan memberikan saran latihan yang begitu berat hingga Benimaru harus turun tangan untuk menghentikan para monster yang mencoba melakukannya.
Pelajaran Tentang Koneksi
Rimuru datang mengunjungi Labirin dan melihat tumpukan surat yang sudah dibalas dengan rapi.
"Kau benar-benar menikmati peran ini, ya, Veldora?"
Veldora terdiam sejenak, menatap tumpukan kertas di depannya. "Dulu, saat aku mengamuk di dunia, tidak ada yang berani mengirimiku surat kecuali tantangan duel. Sekarang... mereka mengirimiku ucapan terima kasih. Ternyata, pena memang bisa lebih tajam daripada taring naga, Rimuru."
Catatan Penutup Jurnal
Malam itu, Veldora menuliskan refleksi barunya:
Bab 16: Seorang pemimpin tidak hanya dihormati karena kekuatannya, tapi karena kata-katanya yang mampu membakar semangat orang lain. Catatan: Jika menerima surat dengan aroma es abadi, segera balas dengan jawaban yang paling maskulin dan berwibawa agar nyawamu selamat.
Veldora kemudian mengambil satu surat terakhir dari seorang Orc muda yang ingin tahu cara menjadi koki, dan dengan senyum lebar, ia mulai menuliskan resep Nasi Goreng Naga miliknya yang (menurutnya) legendaris.
Bersambung...