Kegilaan Baru: Konsol Permainan
Setelah mencoba berbagai hobi fisik, Rimuru memberikan sebuah benda kecil yang terhubung ke layar besar di ruang santai Veldora. Itu adalah konsol permainan video yang dibuat oleh tim riset Tempest berdasarkan ingatan masa lalu Rimuru.
"Ini disebut Video Game, Veldora. Di sini kau bisa menjadi pahlawan tanpa harus menghancurkan gunung sungguhan," jelas Rimuru.
Mata Veldora terpaku pada layar. Ia memegang kendali (controller) dengan sangat hati-hati, takut kekuatan jarinya akan meremukkan benda plastik itu. Dalam hitungan jam, Veldora sudah tenggelam dalam dunia RPG (Role Playing Game).
Masalah Sang Naga "Overpowered"
Veldora mulai mengalami masalah. Di dalam permainan, karakternya sering kalah di level awal. Sebagai Naga Sejati yang terbiasa menang dengan satu serangan, ia tidak terima.
"Kwahahahaha! Tidak mungkin! Bagaimana bisa seekor slime di dalam layar ini mengalahkan ksatria pilihanku?!" teriaknya frustrasi. Ia hampir saja melepaskan aura naga yang bisa meruntuhkan seluruh labirin karena kesal.
Zegion, yang sedang bermeditasi di sudut ruangan, membuka matanya. "Master, mungkin Anda harus mempelajari pola serangannya, seperti saat Anda menganalisis teknik di dalam manga."
Veldora terdiam. "Benar juga... Ini bukan soal kekuatan, tapi soal strategi!"
Mode Serius: "Pro-Gamer Veldora"
Veldora mulai memperlakukan permainan itu seperti pertempuran hidup dan mati. Ia menggunakan kemampuan analisisnya yang setingkat komputer super untuk menghitung frame per detik dan pola serangan musuh.
Dalam waktu semalam, ia tidak hanya menamatkan permainan itu, tapi juga menemukan semua rahasia tersembunyi yang bahkan belum ditemukan oleh para pengembang di Tempest.
"Rimuru! Permainan ini terlalu mudah!" lapor Veldora keesokan harinya dengan kantung mata yang sedikit menghitam (meskipun secara teknis naga tidak butuh tidur). "Aku butuh lawan yang nyata! Tantang aku di permainan tarung ini!"
Duel Legendaris di Layar Lebar
Rimuru menerima tantangan itu. Mereka duduk berdampingan, fokus pada layar. Rimuru menggunakan karakter slime, sementara Veldora menggunakan karakter naga raksasa.
Pertempuran itu sangat sengit. Jempol Veldora bergerak lebih cepat daripada kecepatan suara. Suara klik-klik dari tombol kendali terdengar seperti rentetan senapan mesin.
"Rasakan ini, Rimuru! TEKNIK JARI KILAT NAGA BADAI!"
Veldora melakukan kombinasi serangan yang sempurna. Namun, di detik terakhir, Rimuru melakukan gerak tipu dan menang tipis. Veldora tertegun, lalu tertawa terbahak-bahak hingga ruangan bergetar.
Pelajaran dari Dunia Digital
Veldora meletakkan kendalinya dan menatap layar yang bertuliskan YOU WIN untuk Rimuru.
"Menarik... Di dunia ini, kau bisa kalah ribuan kali dan tetap bisa bangkit lagi untuk mencoba. Ini sangat mirip dengan apa yang kau lakukan saat membangun kota ini, ya?" ucap Veldora dengan nada yang jarang terlihat serius.
Rimuru tersenyum. "Begitulah. Kegagalan hanya bagian dari proses untuk menang, Veldora."
Veldora kembali ke jurnal risetnya dan menuliskan catatan baru:
Bab 14: Hidup adalah permainan tingkat tinggi. Terkadang, menekan tombol yang tepat di waktu yang tepat lebih penting daripada memiliki energi sihir yang melimpah. Dan yang paling penting... jangan pernah bermain melawan Rimuru jika taruhannya adalah jatah puding mingguan.
Sang Naga Badai kini memiliki hobi baru yang lebih aman bagi lingkungan, meskipun suara tawanya saat menang tetap saja terdengar hingga ke lantai 1 di atas sana.