Tantangan Baru di Dapur
Setelah sukses menjadi penjaga pantai, Veldora kembali ke kota dengan ambisi baru. Kali ini, inspirasinya datang dari sebuah manga bertema kompetisi memasak yang sangat dramatis. Ia terpesona melihat bagaimana para koki bisa membuat orang pingsan karena kelezatan masakan mereka.
"Rimuru! Aku sudah menemukan jalan ninja terbaruku!" seru Veldora sambil mengenakan celemek putih di atas jubah hitamnya. "Aku akan menciptakan masakan yang bisa membuat seluruh dunia berlutut!"
Rimuru mulai merasa firasat buruk. "Veldora, memasak itu soal rasa, bukan soal berapa banyak energi sihir yang kau masukkan ke dalam panci."
Eksperimen di Dapur Labirin
Veldora tidak mendengarkan. Ia segera mengubah sebagian lantai 100 menjadi dapur raksasa. Zegion, sang murid setia, berdiri di sampingnya sebagai asisten (yang lebih banyak bertugas memadamkan api jika terjadi ledakan).
"Zegion! Ambilkan aku bumbu rahasia itu!" perintah Veldora.
Bumbu rahasia yang dimaksud ternyata adalah rempah-rempah langka dari pegunungan tinggi yang telah direndam dalam aura naga selama semalam. Veldora mulai memotong sayuran dengan kecepatan cahaya, menciptakan suara dentuman setiap kali pisaunya menyentuh talenan.
"Teknik Pisau Tak Terlihat Naga Badai!" teriaknya. Sayuran itu terpotong begitu halus hingga hampir transparan.
Duel Melawan Shion
Kabar tentang "Koki Veldora" sampai ke telinga Shion. Sebagai sekretaris Rimuru yang juga (merasa) ahli memasak, Shion merasa tertantang. Ia mendatangi labirin dengan membawa panci besarnya yang legendaris.
"Master Veldora, mari kita buktikan masakan siapa yang paling disukai oleh Rimuru-sama!" tantang Shion dengan api semangat yang berkobar di matanya.
Rimuru ditunjuk sebagai juri tunggal. Ia duduk di meja dengan keringat dingin mengucur di punggungnya, merasa nyawanya sedang terancam oleh dua koki paling berbahaya di dunia.
Sajian yang Mengguncang Jiwa
Shion menyajikan masakannya yang tampak... unik (dan masih bergerak sedikit). Namun, giliran Veldora tiba. Ia menyajikan sebuah piring tertutup yang memancarkan cahaya emas dari celahnya.
Saat tutupnya dibuka, aroma yang sangat kuat meledak. Itu adalah sepiring Nasi Goreng Naga.
"Kwahahahaha! Makanlah, Rimuru! Aku menggunakan teknik pemanasan suhu tinggi dengan api petir untuk mengunci rasa di setiap butir nasinya!"
Rimuru mencicipinya. Di luar dugaan, rasanya sangat enak! Namun, ada satu efek samping: setiap suapan memberikan ledakan energi sihir yang membuat tubuh Rimuru bersinar terang dan mengeluarkan percikan listrik kecil.
Hasil Akhir
Rimuru akhirnya menyatakan hasil seri. Ia tidak ingin menyinggung Shion, namun ia juga tidak ingin Veldora terus-menerus bereksperimen di dapur karena biaya perbaikan peralatan dapur yang hancur sangat mahal.
"Veldora, masakanmu hebat," ucap Rimuru sambil berusaha menetralkan listrik di tubuhnya. "Tapi mungkin kau lebih baik menjadi 'Kritikus Masakan' daripada koki tetap. Perutku tidak sanggup menerima energi naga setiap hari."
Veldora mengangguk paham, merasa puas karena sudah berhasil meniru adegan di manga di mana juri bersinar setelah makan. Ia kembali ke rak bukunya, mengambil jurnalnya, dan menulis:
Bab 13: Masakan adalah pertarungan. Jika piringmu tidak mengeluarkan cahaya, berarti kau belum memasak dengan jiwa.
Dengan itu, sang Naga Badai pun kembali ke dunianya yang tenang, sambil memikirkan hobi apa lagi yang akan ia coba minggu depan berdasarkan jilid manga yang baru ia baca.