Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 12: Liburan Tak Terduga dan "Naga Penjaga Pantai"


​Ambisi Musim Panas 

​Setelah berbulan-bulan melatih Zegion dan mengisi jurnal risetnya, Veldora melihat sebuah gambar di salah satu majalah yang dibawa Rimuru dari memorinya. Gambar itu menunjukkan hamparan pasir putih dan laut biru yang luas.

​"Rimuru! Aku sudah memutuskan! Objek riset berikutnya adalah... Lautan!" seru Veldora sambil menunjuk gambar tersebut dengan penuh tekad.

​Rimuru, yang kebetulan memang sedang berencana membuka area wisata di wilayah pesisir Federasi Jura Tempest, mengangguk setuju. "Kebetulan sekali. Aku butuh seseorang untuk memastikan keamanan di sana. Tapi ingat, Veldora, jangan membuat tsunami."

​Sang Naga di Pesisir 

​Veldora tiba di pantai dengan penampilan yang sangat mencolok. Ia mengenakan kemeja bermotif bunga tropis yang kancingnya dibiarkan terbuka, kacamata hitam besar, dan celana pendek. Ia membawa papan selancar yang ia buat sendiri dari kayu pohon suci di Hutan Jura.

​"Kwahahahaha! Rasakan aura kebebasan ini!" Veldora berlari menuju air. Namun, bukannya berenang secara normal, ia mencoba berdiri di atas air menggunakan kontrol energi sihirnya.

​"Lihat aku, Rimuru! Aku sedang melakukan teknik Water Walking dari bab 200!" teriaknya sambil meluncur di atas ombak tanpa tenggelam sedikit pun. Para penonton di pantai—terdiri dari para Goblin dan Orc yang sedang berlibur—hanya bisa melongo kagum.

​Munculnya "Monster" Laut 

​Kegembiraan itu terganggu ketika seekor Kraken raksasa yang tersesat muncul dari laut dalam, merasa terganggu oleh energi masif yang dipancarkan Veldora. Kraken itu mengangkat tentakelnya, siap menghancurkan area penginapan yang baru dibangun.

​Veldora berhenti berselancar. Ia menurunkan kacamata hitamnya sedikit. "Beraninya kau mengganggu waktu istirahat sang Naga Badai? Kau merusak estetika pantai ini!"

​Alih-alih menggunakan nafas naga yang bisa menguapkan air laut, Veldora memutuskan untuk mencoba teknik baru yang ia temukan di manga bertema olahraga. Ia mengambil sebuah bola voli pantai yang tergeletak di dekatnya.

​Servis Penghancur Dunia 

​Veldora melompat tinggi ke udara, berputar tiga kali untuk menambah momentum, dan memukul bola voli itu dengan telapak tangannya.

​"Smasher Naga Badai!"

​Bola itu melesat secepat peluru, diselimuti oleh petir hitam. Bola tersebut tidak mengenai Kraken secara langsung, melainkan menghantam air di depannya, menciptakan tekanan udara yang begitu kuat hingga Kraken itu terlempar kembali ke laut dalam tanpa terluka parah, namun cukup ketakutan untuk tidak pernah kembali lagi.

​Sore yang Tenang 

​Setelah kejadian itu, Veldora duduk di bawah payung besar sambil menikmati jus kelapa. Di sampingnya, Rimuru (dalam wujud slime) ikut bersantai.

​"Kau melakukannya dengan baik, Veldora. Kau tidak menghancurkan pantainya," puji Rimuru.

​"Tentu saja! Seorang ahli taktik sepertiku tahu cara mengendalikan skala serangan," jawab Veldora bangga. Ia kemudian mengambil sebuah buku sketsa dan mulai menggambar pemandangan laut.

​Di bawah matahari terbenam, sang Naga Badai yang dulunya ditakuti sebagai pembawa bencana, kini dikenal oleh warga Tempest sebagai "Paman Penjaga Pantai yang Keren." Bagi Veldora, ini adalah bab terbaik dalam hidupnya—sebuah cerita di mana ia tidak lagi sendirian di dalam gua gelap, melainkan dikelilingi oleh teman-teman di bawah langit yang luas.

​Bersambung...