Rutinitas Sang Naga
Kehidupan di lantai 100 Labirin Bawah Tanah telah mencapai ritme yang sempurna. Veldora kini memiliki jadwal tetap: tiga jam untuk bermeditasi (alias tidur siang), lima jam untuk membaca manga terbaru, dan sisanya digunakan untuk "penelitian" teknik bertarung.
Namun, ketenangannya terusik oleh rasa jenuh. "Membaca memang menyenangkan, tapi tidak ada yang bisa mengapresiasi kehebatanku di bawah sini!" keluhnya sambil melakukan pose JoJo di depan cermin besar.
Pertemuan dengan Zegion
Suatu hari, Rimuru membawa sesosok monster serangga berbentuk kumbang yang terluka parah ke dalam Labirin. Monster itu bernama Zegion. Rimuru memberikan sebagian selnya untuk menyembuhkan Zegion dan meminta Veldora untuk "mengawasi" perkembangannya.
Veldora melihat potensi besar pada serangga pendiam ini. "Hmm, kau terlihat memiliki tekad yang kuat. Bagaimana kalau aku mengajarimu cara bertarung yang sesungguhnya?"
Zegion, yang merasa sangat berhutang budi pada Rimuru dan menghormati Veldora, membungkuk dalam. Sejak saat itu, Veldora resmi menjadi "Sifu" atau guru besar di dalam labirin.
Kurikulum Manga
Alih-alih mengajarkan manipulasi sihir tradisional, Veldora menggunakan metode yang tidak lazim.
"Dengarkan, Zegion! Kekuatan itu bukan hanya soal energi, tapi soal gaya!" Veldora menunjukkan sebuah halaman manga tentang petarung yang menggunakan teknik pukulan satu inci. "Kau harus memusatkan seluruh jiwamu pada satu titik fokus. Bayangkan kau adalah protagonis di bab terakhir!"
Zegion adalah murid yang sangat jenius (dan sangat serius). Ia menelan mentah-mentah semua perkataan Veldora. Ia mulai berlatih memukul udara jutaan kali sehari, mencoba meniru teknik "Veldora Style" yang sebenarnya adalah kompilasi dari berbagai jurus manga Shonen.
Kelahiran Penjaga Terkuat
Beberapa bulan berlalu, hasil latihan itu mulai terlihat. Zegion berevolusi menjadi sosok humanoid dengan armor chitin hitam yang mengkilap dan sangat keras. Gerakannya menjadi sangat efisien, cepat, dan mematikan.
Suatu hari, Rimuru datang untuk mengecek perkembangan mereka. Ia terkejut melihat Zegion mampu menahan serangan latihan Veldora dengan satu tangan.
"Veldora, apa yang kau ajarkan padanya?" tanya Rimuru heran.
"Kwahahahaha! Aku hanya mengajarkan prinsip-prinsip dasar 'Kebenaran Dunia' yang kutemukan di perpustakaanmu, Rimuru!" jawab Veldora bangga.
Zegion berlutut di depan Veldora dan Rimuru. "Terima kasih, Master Veldora. Berkat bimbinganmu, aku memahami bahwa serangan terbaik adalah serangan yang memiliki narasi yang kuat."
Rimuru hanya bisa memijat pelipisnya. Ia menyadari bahwa ia baru saja menciptakan monster tempur yang sangat kuat, namun dengan pola pikir yang sedikit "terkontaminasi" oleh imajinasi liar Veldora. Kini, lantai 100 bukan lagi sekadar tempat membaca, melainkan dojo paling berbahaya di seluruh dunia.