Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 6: Ujian Kesabaran dan Duel Para Master


​Sang Penjaga Labirin 

​Setelah menunjukkan kekuatannya yang luar biasa, Rimuru memberikan tugas khusus kepada Veldora agar energinya yang meluap-luap tidak membahayakan warga kota. Veldora ditunjuk sebagai penguasa lantai terakhir di Labirin Bawah Tanah Tempest.

​"Jadi, aku harus menunggu di bawah sini dan menghajar siapa pun yang berhasil sampai ke dasar?" tanya Veldora dengan mata berbinar. "Ini persis seperti peran Final Boss di dalam manga petualangan!"

Veldora sangat menikmati peran barunya. Ia membangun sebuah ruangan megah di lantai 100, lengkap dengan sofa empuk, stok camilan, dan tentu saja, rak manga yang sangat luas. Baginya, ini bukan penjara, melainkan surga.

​Tamu dari Langit 

​Ketenangan Veldora terganggu ketika sesosok gadis kecil dengan sayap naga dan pakaian minim menerobos masuk ke dalam labirin tanpa melewati lantai-lantai sebelumnya. Dia adalah Milim Nava, salah satu Demon Lord tertua dan keponakan Veldora sendiri.

​"Paman Veldora! Aku dengar kau sudah keluar!" teriak Milim sambil mendarat dengan dentuman keras yang meretakkan lantai marmer.

​Veldora tersedak jus yang sedang diminumnya. "M-Milim! Kecilkan suaramu! Kau hampir merusak koleksi jilid terbatas milikku!"

​Milim tidak peduli. Ia melihat buku yang dipegang Veldora. "Apa itu? Terlihat menarik! Berikan padaku!"

​Duel Gengsi 

​Terjadilah tarik-menarik antara dua makhluk terkuat di dunia tersebut. Veldora tidak ingin buku favoritnya robek, sementara Milim sangat penasaran.

​"Tidak boleh! Kau harus membacanya dari jilid pertama, Milim! Itu adalah aturan suci para pembaca!" tegas Veldora.

​"Kalau begitu, ayo duel! Siapa yang menang boleh menentukan aturannya!" tantang Milim dengan seringai nakalnya.

​Keduanya terbang ke area latihan khusus yang tahan terhadap kehancuran massal. Di sana, terjadilah bentrokan energi yang luar biasa. Veldora menggunakan teknik-teknik yang ia pelajari dari manga—gerakan kaki yang cepat dan serangan telapak tangan—sementara Milim membalas dengan kekuatan murni yang menghancurkan.

​Akhir yang Tak Terduga 

​Pertarungan terhenti ketika Rimuru datang dengan wajah yang sangat menyeramkan. Aura hitam keluar dari tubuh sang Slime, membuat kedua naga tersebut seketika mematung.

​"Kalian berdua..." suara Rimuru tenang namun menusuk. "Jika labirin ini hancur lagi, aku akan menyita semua camilan dan menutup akses perpustakaan selama sebulan."

​Veldora dan Milim langsung bersujud meminta maaf.

​Malam itu, pemandangan aneh terlihat di lantai 100. Sang Naga Badai yang legendaris dan Sang Penghancur Milim Nava duduk berdampingan dengan tenang. Veldora dengan sabar membacakan cerita dari jilid pertama kepada Milim, sementara Milim mendengarkan dengan mata berbinar.

​"Ternyata, berbagi cerita jauh lebih menyenangkan daripada bertarung," pikir Veldora sambil tersenyum tipis. Ternyata, kehidupan barunya di Tempest memberinya sesuatu yang lebih berharga daripada kekuatan: sebuah keluarga yang bisa diajak berbagi kegembiraan.