Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 4: Kebangkitan Sang Penguasa Badai


Pemicu Evolusi 

​Suasana di dalam ruang perut Rimuru yang biasanya tenang tiba-tiba berguncang hebat. Veldora merasakan aliran energi sihir yang sangat masif, dingin, sekaligus agung masuk ke dalam sistem. Itu adalah Harvest Festival—proses di mana Rimuru berevolusi menjadi seorang Demon Lord.

​[Pemberitahuan. Analisis 'Infinite Imprisonment' selesai. Menghitung waktu pembebasan...]

​Suara Great Sage—yang kini telah berevolusi menjadi Raphael—bergema dengan nada yang jauh lebih jernih dan berwibawa. Veldora berdiri, ia merasakan dinding-dinding penjara cahaya yang mengurungnya selama berabad-abad mulai retak dan hancur berkeping-keping.

​"Kwahahahaha! Akhirnya! Penantian ini berakhir juga!" teriak Veldora.

​Wadah Baru 

​Namun, Veldora tidak bisa begitu saja keluar dengan tubuh naga raksasanya. Itu akan menghancurkan seluruh kota yang telah dibangun Rimuru dengan susah payah. Melalui koneksi jiwa mereka, Rimuru berkomunikasi dengan Veldora.

​"Veldora, aku sudah menyiapkan wadah untukmu. Gunakan klon tubuhku, dan sesuaikan dengan keinginanmu!"

​Veldora tersenyum lebar. Ia memproyeksikan kesadarannya ke dalam klon tersebut. Mengingat semua karakter keren yang ia baca di dalam "kitab suci" (manga), ia membentuk tubuh manusianya: tinggi, atletis, dengan rambut pirang jabrik yang terlihat liar dan kulit yang sedikit kecokelatan.

​Kembali ke Dunia Nyata 

​Di tengah alun-alun kota Tempest, sebuah ledakan energi sihir berwarna hitam dan emas membumbung tinggi ke langit. Awan mendung berputar, petir menyambar-nyambar seolah menyambut kepulangan sang raja yang hilang.

​Dari dalam kobaran energi itu, sosok pria gagah keluar dengan santai. Ia mengenakan jubah hitam pemberian Rimuru.

​"Yo, Rimuru! Aku kembali!" ucap Veldora dengan gaya yang sangat percaya diri.

​Rimuru, yang kini tampil lebih anggun sebagai Demon Lord, menghela napas namun tak bisa menyembunyikan senyumnya. "Kau berisik seperti biasanya, Veldora."

​Kejutan bagi Para Penonton 

​Di sekitar mereka, para petinggi Tempest seperti Benimaru, Shion, dan Diablo tertegun. Mereka bisa merasakan tekanan luar biasa dari pria itu. Aura yang ia pancarkan adalah aura naga yang dulu menghuni gua di hutan ini.

​"I-itu... Sang Naga Badai?" bisik Rigurd dengan tubuh gemetar.

​Veldora menyadari tatapan mereka. Alih-alih memberikan pidato yang menyeramkan, ia justru berpose ala karakter manga favoritnya, menunjuk ke arah langit dengan ibu jari.

​"Jangan takut, wahai rakyat saudaraku! Aku adalah Veldora Tempest! Dan aku telah menguasai teknik rahasia dari dunia lain!"

​Rimuru hanya bisa menepuk jidatnya. Ia tahu betul bahwa meskipun Veldora sekarang sangat kuat, naga ini telah resmi menjadi seorang otaku kelas berat.

​"Veldora," panggil Rimuru pelan. "Simpan dulu posemu itu. Ada banyak hal yang harus kita urus, termasuk makanan enak yang belum pernah kau coba selama tiga ratus tahun."

​Mendengar kata "makanan enak," mata Veldora berbinar. Masa depan Hutan Jura baru saja menjadi jauh lebih menarik (dan jauh lebih berisik) dengan kembalinya sang Naga Badai.