Kehidupan Baru di Ruang Terisolasi
Waktu terasa berjalan berbeda di dalam ruang perut Rimuru. Bagi dunia luar, mungkin baru beberapa bulan berlalu sejak hilangnya Sang Naga Badai, namun bagi Veldora, ia merasa telah menjalani ribuan kehidupan. Bukan karena bertarung, melainkan karena membaca.
"Kwahahahaha! Jadi ini yang disebut 'evolusi' di dunia manusia?" seru Veldora sambil menatap bayangan memori tentang seorang pendekar pedang yang bisa membelah gunung.
Di dalam sana, Veldora tidak hanya diam. Ia berbagi beban pikiran dengan sebuah entitas yang ada di dalam sistem Rimuru, yaitu Great Sage. Sambil membiarkan Great Sage menganalisis segel Infinite Imprisonment, Veldora menghabiskan waktunya dengan "berlatih" secara mental. Ia meniru pose-pose dramatis dari manga dan mencoba menerapkan prinsip aliran energi yang ia baca ke dalam Magicules miliknya.
Koneksi Dua Jiwa
Meskipun terpisah secara fisik, Veldora bisa merasakan segala sesuatu yang dialami Rimuru. Ia melihat bagaimana sahabat kecilnya itu membangun desa, berteman dengan para Goblin, dan menjinakkan serigala Direwolf.
Ada rasa bangga yang aneh di hati Veldora. "Lihatlah saudaraku itu! Dia menggunakan namaku untuk mengguncang hutan ini!"
Namun, ada kalanya Veldora merasa gemas. Saat Rimuru dalam kesulitan, Veldora sering berteriak di dalam batinnya, menyuruh Rimuru menggunakan kekuatan yang lebih besar. Tapi ia sadar, Rimuru memiliki caranya sendiri yang jauh lebih lembut—dan lebih efektif—daripada sekadar menghancurkan segalanya dengan badai.
Pengorbanan Shizue
Suatu hari, suasana di dalam ruang perut berubah menjadi melankolis. Rimuru menelan seseorang atas permintaan terakhirnya: Shizue Izawa.
Veldora mengamati dengan tenang saat Rimuru mengambil rupa manusia. Ia merasakan kesedihan dan tekad yang mengalir dari jiwa Rimuru. Di momen inilah Veldora menyadari bahwa takdir mereka bukan sekadar pelarian dari penjara, melainkan untuk menciptakan tempat di mana semua orang bisa tersenyum.
"Rimuru... kau memang aneh. Tapi karena itulah aku memilihmu," gumam Veldora sambil menutup sebuah buku komik tentang pahlawan keadilan.
Persiapan Kebangkitan
Tiba-tiba, suara mekanis Great Sage bergema di ruang hampa tersebut.
[Pemberitahuan. Analisis terhadap 'Infinite Imprisonment' telah mencapai 80%. Diperlukan pemicu energi besar untuk tahap akhir.]
Veldora menyeringai. Ia berdiri tegak, auranya yang berwarna hitam keunguan mulai berkobar kembali. Ia tahu bahwa Rimuru sedang menuju evolusi yang lebih besar untuk menjadi seorang Demon Lord.
"Akhirnya... waktunya hampir tiba," Veldora mengepalkan tangannya. "Dunia harus bersiap, karena saat aku keluar nanti, aku bukan lagi naga yang hanya tahu cara menghancurkan. Aku adalah Veldora, praktisi teknik rahasia dari kitab suci 'Manga'!"
Di kegelapan perut Rimuru, sang naga mulai mempraktikkan kuda-kuda bertarung yang ia pelajari, bersiap untuk hari di mana ia akan mengepakkan sayapnya lagi di bawah langit Hutan Jura.