Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 2: Rencana Gila dan Perut Sang Sahabat


Solusi di Luar Logika 

​Veldora menatap Rimuru dengan pandangan yang sulit diartikan. Di satu sisi, ia adalah Naga Badai yang agung, namun di sisi lain, ia adalah tawanan yang mulai kehilangan harapan untuk bebas. Segel Infinite Imprisonment milik Sang Pahlawan bukanlah sesuatu yang bisa dihancurkan dengan kekuatan kasar.

​"Aku bisa membantumu keluar dari sini," ucap Rimuru dengan nada santai, seolah-olah ia baru saja menawarkan bantuan untuk memetik buah, bukan membebaskan monster level bencana.

​Veldora tertawa remeh, "Kwahahahaha! Kau? Seekor Slime? Kau tidak tahu betapa kuatnya segel ini, Rimuru. Analisisku sendiri saja tidak cukup untuk memecahkannya bahkan dalam seratus tahun lagi!"

​"Kalau begitu, biarkan aku yang menganalisisnya dari dalam," balas Rimuru. "Aku punya kemampuan bernama Predator. Aku akan menelanmu beserta segel ini ke dalam ruang perutku. Di sana, aku dan kemampuanku akan bekerja sama denganmu untuk memecahkannya."

​Tawaran yang Mustahil 

​Veldora terdiam. Terkurung di dalam perut seekor slime? Secara teknis, itu berarti ia akan menghilang dari dunia ini untuk sementara waktu. Jika Rimuru mati, maka Veldora juga akan ikut lenyap.

​Namun, ada sesuatu pada aura Rimuru yang terasa berbeda. Slime ini tidak memiliki rasa takut, dan yang lebih penting, ia memiliki ketulusan yang belum pernah Veldora temui pada manusia atau monster mana pun selama ribuan tahun hidupnya.

​"Menarik..." pikir Veldora. Daripada menunggu di gua gelap ini sampai energinya habis dan ia terlahir kembali tanpa ingatan, bertaruh pada sahabat barunya terasa seperti petualangan yang hebat.

​"Baiklah, Rimuru! Aku serahkan segalanya padamu. Tapi ingat, jangan berani-berani mati sebelum aku keluar!"

​Perjalanan ke Dalam Kegelapan 

​Rimuru mulai berubah bentuk, tubuh lendir birunya melebar dan meluas, menciptakan bayangan besar yang menyelimuti tubuh raksasa Veldora.

​"Sampai jumpa sebentar lagi, Veldora," ucap Rimuru.

​Dalam sekejap, dunia Veldora berubah. Cahaya gua yang remang-remang menghilang, digantikan oleh ruang hampa yang luas dan sunyi di dalam perut Rimuru. Namun, kali ini sunyinya berbeda. Ia tidak lagi merasa kesepian. Ia bisa merasakan koneksi jiwanya dengan Rimuru melalui nama "Tempest" yang mereka bagi.

​Kejutan di Ruang Hampa 

​Veldora mulai memfokuskan pikirannya untuk menganalisis segel dari sisi dalam, namun perhatiannya teralih. Di sudut ruang perut Rimuru yang tak terbatas, ia melihat tumpukan informasi dan memori milik Rimuru yang terbawa dari dunia asalnya—Jepang.

​Indra sang naga menangkap gambar-gambar aneh. Orang-orang dengan kekuatan super, petarung bela diri yang berteriak mengeluarkan energi, dan cerita-cerita tentang pahlawan.

​"Apa ini? 'Manga'?" Veldora menyentuh salah satu proyeksi memori tersebut dengan rasa ingin tahu yang meluap-luap.

​Sambil menunggu proses analisis segel yang memakan waktu lama, sang Naga Badai yang ditakuti dunia itu pun mulai tenggelam dalam bab pertama sebuah komik aksi.

​"Lupakan soal segel sejenak... karakter berbaju oranye ini... dia bisa menembakkan gelombang energi dari tangannya? Aku harus mempelajari teknik ini!"

​Sementara di luar sana dunia mulai panik karena hilangnya aura Veldora secara tiba-tiba, di dalam perut seorang slime, sang naga baru saja menemukan hobi baru yang akan mengubah kepribadiannya selamanya.