Penjara Tak Kasat Mata
Kegelapan adalah satu-satunya teman yang setia bagi Veldora dalam tiga ratus tahun terakhir. Di dalam gua yang terletak di jantung Hutan Jura, sang Naga Badai terkurung dalam Infinite Imprisonment—sebuah segel cahaya yang diciptakan oleh Sang Pahlawan yang dulu mengalahkannya.
Veldora tidak bisa bergerak, namun auranya tetap merembes keluar, menciptakan kepadatan energi sihir yang begitu pekat hingga tidak ada makhluk hidup normal yang berani mendekat.
"Membosankan..." gumamnya dalam hati. Suaranya tidak keluar, hanya bergema di dalam batinnya yang luas. Jika ia bisa menguap, ia pasti sudah melakukannya ribuan kali.
Tamu yang Tidak Terduga
Tiba-tiba, sebuah riak kecil muncul di permukaan sensor sihirnya. Sesuatu sedang bergerak di lantai gua. Itu bukan manusia, bukan pula monster tingkat tinggi. Gerakannya lambat, memantul-mantul, dan terasa... kenyal?
Veldora memfokuskan indranya. Seekor Slime.
Makhluk paling lemah di seluruh hierarki monster tengah merayap ke arahnya. Veldora merasa terhina, sekaligus penasaran. Bagaimana mungkin makhluk sekecil itu bisa bertahan hidup di tengah konsentrasi Magicules (energi sihir) miliknya yang mematikan?
"Hei, kau yang kecil! Berhenti di sana!" Veldora menggelegar menggunakan Telepathy.
Slime itu tersentak, bergetar hebat, lalu terdiam.
Diplomasi Sang Naga
"A-apakah kau berbicara padaku?" tanya sang Slime, suaranya terdengar polos melalui komunikasi batin.
Veldora merasa egonya sedikit terangkat. "Tentu saja aku bicara padamu, bodoh! Hanya ada kau dan aku di sini. Aku adalah naga agung, Veldora! Siapa namamu, wahai gumpalan kecil?"
"Aku tidak punya nama," jawab Slime itu jujur. Ia bercerita bahwa ia baru saja bereinkarnasi dari dunia lain
Veldora tertegun. Dunia lain? Pengetahuan itu memicu rasa ingin tahu yang besar. Namun, sebagai naga yang menjunjung tinggi martabat, ia tetap menjaga gaya bicaranya yang angkuh.
"Kwahahahaha! Tidak punya nama, ya? Dasar menyedihkan! Bagaimana kalau kita bertukar janji? Aku akan memberimu nama, dan kau... kau harus berjanji untuk menghiburku!"
Lahirnya Persaudaraan Tempest
Slime itu setuju. Namun, ia mengajukan ide yang berani. Ia ingin mereka berdua memiliki nama keluarga yang sama sebagai tanda kesetaraan. Sebuah konsep yang asing bagi naga sombong seperti Veldora, namun entah mengapa, ide itu terasa hangat di hatinya yang dingin.
"Bagaimana kalau Tempest?" usul sang Slime. "Veldora Tempest. Dan aku, Rimuru Tempest."
Tempest. Badai.
Veldora merasakan lonjakan kekuatan yang aneh saat nama itu terpatri dalam jiwanya. Ia bukan lagi sekadar naga liar yang terbuang; ia kini memiliki saudara.
"Baiklah, Rimuru! Mulai detik ini, kau adalah sahabat karibku!"
Veldora tidak tahu bahwa saat itu, keputusannya untuk berteman dengan seekor Slime kecil akan mengubah tatanan dunia selamanya—dan yang lebih penting, ia tidak tahu bahwa Slime inilah yang nantinya akan membawakannya tumpukan benda ajaib bernama "Manga".