Tiga bulan telah berlalu sejak peristiwa di Ruang Kosong. Galaksi tidak lagi sama. Jaring Kesunyian yang dulunya adalah ancaman rahasia, kini telah berubah fungsi menjadi jaringan komunikasi dan penyembuhan tercepat yang pernah dikenal oleh peradaban.
Sang Pembawa Pesan
Di markas besar Gilda Penjelajah, Joran berdiri di balkon tinggi yang menghadap ke arah pelabuhan antariksa. Ia tidak lagi mengenakan seragam tempur yang koyak, melainkan jubah resmi seorang Diplomat Arca.
Di sampingnya, sebuah monumen kristal kecil bercahaya emas. Itu adalah replika dari pohon di oasis, yang kini menjadi simbol harapan baru. Gilda telah menerima laporannya, meskipun awalnya dengan keraguan besar. Namun, ketika pesan-pesan dari jiwa-jiwa yang "kembali" mulai masuk ke perangkat komunikasi di seluruh sektor, tak ada lagi yang bisa membantah kebenaran cerita Joran.
"Bagaimana keadaan mereka hari ini?" tanya seorang kadet muda yang lewat dengan rasa hormat.
Joran tersenyum tipis, menatap langit. "Mereka sibuk. Ada banyak nada sumbang yang harus diperbaiki di sektor luar."
Kehidupan di Balik Cahaya
Sementara itu, di dimensi yang berbeda—di dalam jantung Stasiun Pusat—Kepin sedang menyesuaikan parameter energi pada konsol raksasa yang kini terlihat seperti organ musik cahaya.
Di sampingnya, Lyria tampak lebih nyata dari sebelumnya. Meskipun tubuh fisiknya masih berada di oasis Marrow Desolation, kesadarannya di stasiun ini begitu kuat sehingga ia bisa menyentuh dan memindahkan objek-piranti digital dengan lambaian tangan.
"Kepin, lihat ini," ujar Lyria, menunjuk ke peta galaksi yang berpendar emas. "Satu lagi menara di Sektor 7 telah berhasil beralih fungsi. Jiwa-jiwa di sana sudah mulai tersinkronisasi dengan harmoni kita."
Kepin mengangguk, ia menyesuaikan kacamata teknisnya yang kini sudah diperbaiki. "Sang Arsitek mungkin sudah kalah, tapi sisa-sisa frekuensi hitamnya masih bersembunyi di lubang-lubang hitam. Kita harus tetap waspada."
Janji yang Tak Terucap
Tiba-tiba, sebuah sinyal kecil masuk ke konsol mereka. Itu bukan sinyal dari menara, melainkan sinyal pribadi yang sangat familiar.
"Sinyal Masuk: Skyward Grace - Identitas: Joran."
Kepin dan Lyria saling berpandangan dan tersenyum. Melalui Jaring Kesunyian, mereka membuka saluran tersebut. Suara Joran terdengar jernih, seolah ia berada di ruangan yang sama.
"Kepin, Lyria... aku baru saja mendapat misi untuk menjelajahi nebula baru di pinggir galaksi. Katanya ada suara aneh di sana. Aku butuh bantuan konduktor terbaikku untuk memastikan itu bukan nada sumbang lainnya. Kalian siap?"
Kepin meletakkan tangannya di atas koin Void Bringers yang kini tertanam permanen di jantung stasiun. "Selalu siap, Joran. Ke mana pun frekuensi itu membawa kita."
Dan begitulah, sang teknisi, sang prajurit, dan sang konduktor terus menjaga harmoni galaksi, membuktikan bahwa meskipun raga terpisah oleh dimensi, persahabatan yang sejati memiliki frekuensi yang takkan pernah bisa diputuskan.