Pada zaman dahulu, Desa Pagerngumbuk di Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, merupakan sebuah desa yang masih asri. Anak-anak di desa tersebut sering bermain bersama di halaman rumah, sawah, dan lingkungan sekitar. Mereka menghabiskan waktu dengan permainan tradisional seperti gobak sodor, petak umpet, dan bermain layang-layang.
Seiring berkembangnya zaman, penggunaan gadget mulai semakin banyak. Anak-anak menjadi lebih sering bermain dengan telepon genggam daripada bermain bersama teman-temannya. Melihat keadaan tersebut, masyarakat Desa Pagerngumbuk memiliki gagasan untuk membuat sebuah kampung yang mengajak anak-anak kembali bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung. Dari gagasan tersebut kemudian lahirlah Kampung Lali Gadget.