Lantai kaca hitam itu retak, mengirimkan gelombang kejut statis yang merambat ke seluruh aula. Cahaya putih dari koin Void Bringers mulai merembes ke dalam urat-urat saraf stasiun, bertabrakan dengan energi bening milik Sang Dirigen. Namun, stasiun ini tidak tinggal diam.
Manifestasi Memori
"Kau memilih kekacauan di atas kedamaian," geram Sang Dirigen. "Maka biarkan kenanganmu sendiri yang menghakimimu."
Dari kabut perak yang melayang di sekeliling ruangan, mulai muncul bentuk-bentuk padat. Kepin tertegun. Di depannya berdiri sosok yang sangat ia kenal: dirinya sendiri, namun dengan seragam kadet akademi yang bersih, menatapnya dengan mata dingin yang menghina.
Di sisi lain, Joran dihadang oleh bayangan komandannya yang telah gugur bertahun-tahun lalu dalam perang perbatasan.
"Ini bukan sihir," teriak Kepin sambil menghindari serangan bayangan dirinya yang menggunakan Pulse Blade digital. "Ini adalah sistem pertahanan psikis! Stasiun ini memindai otak kita dan menggunakan rasa bersalah kita sebagai senjata!"
Pertempuran Batin
Bayangan Joran bergerak dengan teknik yang sempurna, memaksa sang prajurit untuk terus mundur. "Joran! Jangan lawan mereka secara fisik!" seru Kepin sambil berguling di bawah kabel-kabel yang menjuntai. "Mereka hanyalah frekuensi! Kau harus mengubah nada pikiranmu!"
Joran menggeram, darah mengalir dari luka di pipinya. "Sulit untuk mengubah nada saat bayangan ini mencoba memenggal kepalamu, Kepin!"
Kepin menutup matanya di tengah kekacauan. Ia berhenti menyerang bayangannya. Ia fokus pada koin yang masih menancap di lantai. Ia mencoba melakukan apa yang dilakukan Lyria: Sinkronisasi. Ia tidak lagi mencoba meretas stasiun ini dengan paksa, melainkan mencoba berkomunikasi dengan sistem operasinya melalui koin tersebut.
Intervensi dari Oasis
Tiba-tiba, getaran koin itu berubah. Cahaya putihnya kini bercampur dengan semburat emas murni.
"Kepin... aku mendengarmu."
Suara Lyria bergema di dalam pikiran Kepin, begitu jernih hingga ia bisa merasakan kehadiran gadis itu di sampingnya. Di bawah sana, di planet Marrow Desolation, Lyria telah menggunakan posisinya sebagai Moderator untuk mengirimkan paket data melalui Jaring Kesunyian.
Bayangan-bayangan itu mendadak membeku. Cahaya emas merambat dari koin Kepin, menyelimuti bayangan-bayangan tersebut dan mengubah mereka kembali menjadi butiran debu perak yang tidak berbahaya.
Sang Dirigen yang Terdesak
Sang Dirigen Terakhir terbelalak, kabel-kabel di punggungnya mulai terputus satu per satu. "Bagaimana mungkin?! Budak di oasis itu... dia membalikkan aliran energinya!"
"Dia bukan budak," ujar Kepin sambil bangkit berdiri, tangannya memegang koin yang kini memancarkan harmoni emas yang luar biasa. "Dia adalah konduktor yang baru. Dan dia baru saja memberikan izin padaku untuk melakukan Log Out masal."
Kepin menekan koin itu lebih dalam ke jantung saraf stasiun. Seluruh stasiun cincin itu mulai bergetar hebat, dan suara nyanyian Lyria mulai memenuhi setiap sudut ruangan, memecah kesunyian dingin yang selama ini berkuasa.