Sang Dirigen Terakhir mencondongkan tubuhnya yang transparan, gerakannya sangat lambat seolah setiap inci pergeseran adalah beban sejarah yang berat. Kabel-kabel saraf di punggungnya berpendar redup, mengirimkan denyut energi ke seluruh dinding stasiun.
Kebenaran yang Pahit
"Gadis yang kau tinggalkan di oasis itu... Lyria," suara sang Dirigen bergema dengan nada melankolis. "Dia adalah penguat (amplifier) yang sempurna. Dengan menjaganya tetap hidup di dalam pohon kristal, kau sebenarnya telah menciptakan cadangan energi murni yang paling stabil di seluruh galaksi."
Kepin terperanjat, jantungnya seakan berhenti berdetak. "Maksudmu... aku justru membantumu?!"
"Tidak secara langsung," sang Dirigen mendesah, suara itu terdengar seperti embusan angin di gua kosong. "Sang Arsitek ingin memanen mereka dengan paksa, yang akan menghasilkan energi yang korup dan merusak. Tapi dengan kesukarelaan Lyria, energi yang dihasilkan adalah harmoni. Itulah yang kubutuhkan untuk mengaktifkan 'Simfoni Akhir'—nada yang akan menghapus semua penderitaan organik dengan mengubahnya menjadi data abadi."
Antara Kedamaian dan Kematian
Joran melangkah maju, pedangnya kini memancarkan percikan listrik statis akibat medan energi ruangan tersebut. "Data abadi? Itu hanya istilah halus untuk kematian massal! Kau ingin menghapus kehidupan dan menggantinya dengan angka!"
"Kehidupan adalah kebisingan, Prajurit," balas sang Dirigen tenang. "Perang, rasa sakit, kehilangan... semua itu adalah nada sumbang. Di dalam Jaring Kesunyian, semua akan menjadi selaras. Tidak ada lagi perpisahan seperti yang kau rasakan dengan temanmu."
Kepin menatap koin di tangannya. Koin itu kini bergetar sangat kuat, seolah ingin melompat ke arah lubang kunci di lengan singgasana sang Dirigen.
Pilihan Ketiga
"Ada satu hal yang tidak kau perhitungkan," ujar Kepin, suaranya kini terdengar mantap meski matanya masih merah karena emosi. "Lyria bukan hanya sekadar data. Dia punya kehendak sendiri. Jika pohon kristal itu adalah server, maka dia bukan hanya baterai... dia adalah sistem operasinya."
Kepin menyadari bahwa koin Void Bringers ini memiliki fungsi ganda. Elara menyebutnya sebagai "Kunci", tapi dalam bahasa pemrograman kuno yang dipelajari Kepin di akademi, kunci juga bisa berarti "Override".
"Joran! Alihkan perhatian kabel-kabel itu!" teriak Kepin tiba-tiba.
Tanpa menunggu jawaban, Kepin tidak memasukkan koin itu ke lubang kunci. Sebaliknya, ia menghantamkan koin itu ke lantai kaca hitam stasiun, tepat di titik di mana semua kabel saraf organik itu bertemu.
"Apa yang kau lakukan?!" teriak sang Dirigen, suaranya berubah menjadi pekikan frekuensi tinggi yang menyakitkan.