Skyward Grace meluncur menembus keheningan ruang hampa dengan kecepatan yang membelah dimensi. Di sekeliling mereka, bintang-bintang tampak seperti garis cahaya panjang yang membentang tanpa akhir. Namun, saat mereka mendekati koordinat yang diberikan oleh Kapten Elara, pemandangan di luar jendela kokpit mulai berubah secara drastis.
Kehampaan yang Berbisik
Ruang Kosong ternyata bukanlah ruang yang benar-benar kosong. Sebaliknya, wilayah ini dipenuhi oleh awan nebula berwarna perak yang berpendar redup. Di tengah-tengah awan itu, melayang ribuan puing-puing raksasa yang tampak seperti sisa-sisa peradaban yang telah hancur miliaran tahun lalu.
"Sensor tidak mendeteksi tanda-tanda kehidupan biologis," lapor Joran, matanya terpaku pada layar radar yang berdenyut biru. "Tapi energi di sini... sangat mirip dengan koin di tanganmu, Kepin. Statis dan berat."
Tiba-tiba, koin Void Bringers di saku Kepin memanas. Dengungannya berubah menjadi nada peringatan yang tajam.
PERINGATAN SISTEM:
Anomali Spasial Terdeteksi.
Distorsi Gravitasi: Meningkat 400%.
Sang Penjaga Gerbang
Di hadapan mereka, awan nebula perak itu membelah, menyingkapkan sebuah struktur yang jauh lebih masif dari menara di planet sebelumnya. Itu adalah sebuah stasiun ruang angkasa berbentuk cincin raksasa yang berputar lambat, dikelilingi oleh ribuan satelit kecil yang memancarkan laser biru tipis ke pusatnya.
Namun, bukan stasiun itu yang membuat Kepin menahan napas. Di depan gerbang masuk stasiun tersebut, melayang sebuah kapal perang dengan desain yang sangat kuno namun terlihat mematikan. Kapal itu tidak memiliki mesin terlihat, namun memancarkan aura kegelapan yang seolah menyedot cahaya di sekitarnya.
"Itu kapal Void Bringers yang asli," bisik Joran. "Lihat simbol di lambungnya... itu sama dengan ukiran di koin kita."
Sebuah transmisi masuk ke layar utama Skyward Grace. Bukannya video atau teks, yang muncul adalah gelombang frekuensi yang berbentuk seperti detak jantung.
"Identitas terkonfirmasi. Pembawa Kunci telah tiba. Protokol Penghakiman diaktifkan."
Jebakan atau Undangan?
"Mereka tidak menyerang kita," ujar Kepin heran, tangannya masih berada di tuas kendali. "Mereka justru... membukakan jalan."
Pintu hanggar raksasa pada stasiun cincin itu perlahan terbuka, memancarkan cahaya ungu yang menyilaukan. Joran menoleh ke arah Kepin. "Ini terasa seperti jebakan, Kepin. Jika kita masuk, mungkin tidak ada jalan pulang lagi."
Kepin menatap koordinat yang diberikan Elara dan merasakan getaran koinnya yang semakin sinkron dengan stasiun di depan mereka. "Kita sudah melangkah terlalu jauh untuk berhenti sekarang, Joran. Lyria menjaga mereka di bawah sana, dan kita harus menyelesaikan apa yang sudah dimulai di sini."
Dengan dorongan mesin yang halus, Skyward Grace perlahan memasuki hanggar raksasa tersebut. Saat mereka melewati garis batas energi, sistem kapal tiba-tiba mati total. Gravitasinya hilang, menyisakan mereka yang melayang di dalam kokpit yang gelap, sementara kapal mereka ditarik oleh traktor magnetik menuju jantung stasiun.