Keheningan di dalam Skyward Grace terasa lebih berat daripada gravitasi planet yang baru saja mereka tinggalkan. Kapal itu melayang tenang di jalur orbit aman, menjauhi atmosfer merah yang kini tampak seperti badai yang terperangkap dalam bola kaca.
Pesan yang Tersembunyi
Kepin masih menatap koin Void Bringers yang retak di telapak tangannya. Dengungan harmonis yang dikeluarkannya tidak lagi menyakitkan; rasanya seperti detak jantung yang tenang. Tiba-tiba, koin itu memancarkan cahaya keemasan yang seirama dengan layar komunikasi kapal.
"Kepin, lihat ini," panggil Joran. Ia menunjuk ke arah terminal pusat. "Data yang kita unduh... ada satu folder yang terenkripsi secara terpisah. Labelnya bukan kode numerik, tapi nama."
Kepin mendekat. Di layar tertulis: "Proyek Arca: Untuk Mereka yang Menemukan."
Saat Kepin menyentuh folder tersebut, sebuah rekaman audio mulai terputar. Suaranya jernih, namun penuh dengan distorsi latar belakang yang terdengar seperti suara mesin menara.
"Ini adalah Kapten Elara. Jika kalian mendengar ini, berarti oasis telah ditemukan dan Moderator baru telah mengambil tempatnya. Tapi kalian harus tahu... Sang Arsitek hanyalah sebuah pion. Menara itu hanyalah satu dari dua belas pemancar yang tersebar di galaksi ini."
Konspirasi Galaksi
Joran dan Kepin saling berpandangan. Wajah mereka memucat. Jika satu menara saja hampir menghancurkan jiwa mereka, apa yang bisa dilakukan oleh dua belas menara yang bekerja bersamaan?
"Dua belas pemancar itu membentuk 'Jaring Kesunyian'. Mereka dirancang untuk mengubah seluruh kesadaran organik menjadi energi murni bagi entitas yang jauh lebih tua dari Gilda kita. Carilah koordinat yang tersimpan di balik koin yang kalian bawa. Itu adalah lokasi 'Pusat Kendali' yang asli."
Rekaman itu terputus, digantikan oleh koordinat digital yang terus berkedip. Koordinat itu menunjuk ke sebuah sektor yang selama ini dianggap sebagai "Ruang Kosong" di peta galaksi Gilda.
Panggilan Tugas
"Kita tidak bisa hanya kembali ke markas Gilda sekarang," ujar Joran sambil mengepalkan tangan. "Jika kita melapor, mereka mungkin akan menganggap kita gila, atau lebih buruk lagi... Sang Arsitek mungkin sudah memiliki agen di dalam Gilda.
Kepin menatap kursi kosong milik Lyria. Ia bisa merasakan keberadaan sahabatnya di dalam frekuensi koin itu, seolah Lyria sedang berbisik untuk terus maju.
"Kita tidak akan kembali ke markas," tegas Kepin. Ia memutar kursi pilot dan mulai memasukkan koordinat baru ke sistem navigasi. "Kita akan menuju Ruang Kosong. Lyria sudah memberikan hidupnya untuk menjaga jiwa-jiwa itu, sekarang tugas kita adalah memastikan tidak ada lagi jiwa yang menjadi korban simfoni mereka."
Skyward Grace berputar perlahan, mengarahkan moncongnya ke kegelapan terdalam galaksi. Mesin Aether-nya menyala dengan warna biru yang kini bercampur dengan semburat emas—sebuah bukti bahwa kapal itu kini membawa kekuatan dari dua dunia.