Perempatan Wonoayu, yang berada di sekitar Pasar Wonoayu, dikenal bukan hanya sebagai persimpangan jalan yang ramai, tetapi juga sebagai salah satu lokasi yang memiliki cerita sejarah perjuangan. Di dekat perempatan tersebut terdapat Monumen Tugu Peluru Wonoayu yang menjadi pengingat pertempuran pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pada 24 Desember 1945 terjadi pertempuran antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pasukan Inggris di sekitar Wonoayu. Pertempuran tersebut terjadi ketika pasukan Inggris datang ke wilayah Wonoayu untuk mencari pilot pesawat yang jatuh di sekitar Wonoayu–Krian. Dalam peristiwa itu, beberapa pejuang TKR gugur, termasuk Kapten Herkamto, Letnan Satu Soemardono, Letnan Dua M. Said Ibenoe, dan Prajurit Satu M. Ikhwan.
Untuk mengenang perjuangan tersebut, dibangun Tugu Peluru Wonoayu yang berbentuk peluru besar. Monumen tersebut diresmikan pada 22 November 1992 dan hingga sekarang menjadi salah satu penanda sejarah di kawasan perempatan Wonoayu.