Penulis: Intan Nurul Izzatul Umma

MISTERI BERINGIN KEMBAR DAN TAKLUKNYA PENGUASA SIMOKETAWANG


MISTERI BERINGIN KEMBAR DAN TAKLUKNYA PENGUASA SIMOKETAWANG

PENGUASA SIMOKETAWANG

Dahulu kala di wilayah Wonoayu, ada sebuah lapangan terpencil yang sangat angker karena lokasinya dikelilingi hutan lebat. Di tengah lapangan itu, berdiri dua pohon Beringin Kembar yang menjadi sarang dari sesosok makhluk halus berwujud singa gaib bermata merah bernama Simo. Karena keangkerannya, para warga yang tinggal di sekitar lapangan merasa tidak betah dan memilih pindah, hingga akhirnya tempat itu menjadi sangat sepi dan ditakuti.

Suatu hari, datanglah seorang pengembara sakti yang murah hati bernama Mbah Karto. Beliau nekat datang sendirian dengan niat mulia untuk membersihkan lapangan tersebut agar bisa menjadi tempat bermain anak-anak dan ramai kembali. Mengetahui wilayahnya diganggu, si Simo gaib marah besar dan langsung menyerang Mbah Karto dengan memanggil angin ribut, petir menyambar, hingga hujan badai yang anehnya hanya mengguyur area lapangan itu saja.

Keributan itu membuat seorang pemuda setempat bernama Iwan terbangun dari tidurnya. Saat keluar rumah, Iwan sangat terkejut melihat lapangan di samping rumahnya dilanda badai lokal, lalu ia segera memanggil warga lain untuk menyaksikan aksi nekat Mbah Karto. Di tengah badai yang mengamuk, Mbah Karto tetap tenang, beliau duduk bersila dan fokus memanjatkan doa. Karena ketulusan hati dan kesaktiannya, si Simo gaib akhirnya bertekuk lutut, takluk, dan berjanji tidak akan pernah mengganggu manusia lagi.

Selesai bertarung, hawa menyeramkan di sana mendadak sirna dan langit atau tawang yang tadinya suram perlahan berubah menjadi sangat cerah, bahkan memunculkan pelangi yang indah. Sambil beristirahat di bawah beringin kembar, Mbah Karto akhirnya menamai daerah tersebut sebagai Desa Simoketawang, sebuah tempat yang mengabadikan kisah tentang singa gaib (Simo) yang berhasil ditaklukkan di bawah indahnya langit (Tawang) Wonoayu.