Detik-detik seakan membeku. Meriam sonik di lengan Resonance Warden mulai berpendar putih terang, siap melepaskan gelombang penghancur ke arah Lyria. Namun, tepat sebelum energi itu dilepaskan, Kepin mendarat di punggung dingin makhluk logam tersebut.
Tabrakan Dua Dunia
Kepin melihat sebuah celah sempit di antara piringan satelit yang berputar—sebuah port data kuno yang berdenyut seirama dengan inti menara. Tanpa ragu, ia menghujamkan koin Void Bringers ke dalam celah tersebut.
SISTEM PERINGATAN:
Incompatible Core Detected.
Initiating Frequency War...
Suara ledakan statis yang memekakkan telinga meledak dari tubuh Warden. Cahaya biru dari menara dan cahaya ungu dari koin bertabrakan, menciptakan percikan listrik statis yang merambat ke seluruh ruangan. Makhluk itu melolong—sebuah suara elektronik yang terdistorsi—saat tubuhnya mulai bergetar hebat.
Tembakan sonik yang diarahkan ke Lyria meleset, menghantam pilar batu di sampingnya hingga hancur menjadi debu halus.
Sang Konduktor yang Kacau
"Kepin, turun dari sana!" teriak Joran.
Kepin melompat tepat saat tubuh sang Warden mulai mengeluarkan asap hitam. Koin itu bertindak seperti virus; ia tidak hanya merusak sistem sang penjaga, tapi mulai membajak transmisi menara. Pipa-pipa di dinding yang tadinya biru tenang kini berkedip-kedip ungu liar.
Tiba-tiba, suara mekanis yang tadi terdengar berubah. Bukan lagi suara robotik yang dingin, melainkan ribuan suara manusia yang berbisik secara bersamaan melalui pengeras suara menara.
"...bebaskan... kami... hentikan... simfoni... ini..."
Lyria terbelalak. "Kepin, suara-suara itu... mereka adalah kesadaran dari tim ekspedisi sepuluh tahun lalu! Mereka tidak mati, pikiran mereka terjebak di dalam jaringan frekuensi menara ini!"
Pilihan Mustahil
Sang Warden jatuh berlutut, lensa merahnya kini redup dan berkedip pasrah. Di tengah dadanya yang retak, sebuah panel terbuka, memperlihatkan sebuah inti kristal yang retak—jantung dari seluruh menara ini.
"Jika kita menghancurkan inti ini," ujar Kepin dengan napas terengah, "menara ini akan runtuh, dan semua zirah di luar akan mati. Tapi..."
"Tapi kita juga akan memutus satu-satunya kesempatan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terjebak di dalam sistem ini," sambung Lyria, matanya berkaca-kaca menatap panel tersebut.
Di luar, suara gedoran keras terdengar. Para penjaga zirah yang tadi mengejar mereka mulai mendobrak pintu besar dasar menara dengan kekuatan penuh. Waktu mereka hampir habis.