Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 16: Jantung Mekanis


​Pintu raksasa di dasar menara menutup dengan dentuman yang menggetarkan fondasi bumi, mengunci kebisingan pertempuran di luar. Seketika, suasana berubah menjadi sunyi yang menyesakkan. Udara di dalam menara terasa jauh lebih hangat, namun berbau minyak mesin tua dan ozon yang terbakar.

​Lorong Gema 

​Mereka berdiri di sebuah aula luas yang dindingnya dilapisi oleh pipa-pipa tembaga besar yang berdenyut dengan cahaya biru pucat. Di tengah ruangan, sebuah poros mekanis raksasa berputar tanpa suara, menghubungkan dasar menara hingga ke puncaknya yang tak terlihat.

​"Lihat itu," bisik Lyria, menunjuk ke dinding. "Bukan sekadar pipa... ini adalah pembuluh darah."

​Kepin mendekat dan menyentuh salah satu pipa. Ia bisa merasakan getaran frekuensi yang sama dengan yang hampir menghancurkan Skyward Grace. "Ini bukan menara pertahanan, Lyria. Ini adalah Amplifier. Menara ini dirancang untuk menyiarkan sinyal ke seluruh planet."

​Sang Penjaga Terakhir 

​Saat mereka bergerak menuju tangga spiral di tengah ruangan, sebuah suara mekanis yang berat bergema dari langit-langit.

"Unit terdeteksi. Frekuensi tidak dikenal teridentifikasi pada subjek organik. Protokol karantina diaktifkan."

​Lantai di bawah mereka bergeser. Dari balik bayangan pipa-pipa besar, muncul sebuah konstruksi setinggi tiga meter. Berbeda dengan zirah-zirah di luar, makhluk ini berbentuk menyerupai laba-laba logam dengan satu mata lensa merah besar yang berpendar di tengahnya. Di punggungnya, terpasang piringan satelit kecil yang terus berputar cepat.

​"Itu Resonance Warden," ujar Kepin dengan nada ngeri. "Ia tidak akan memotong kita dengan pedang. Ia akan menghancurkan molekul kita dengan gelombang suara."

​Strategi Keputusasaan 

​Warden itu mulai mengeluarkan dengungan tinggi yang membuat telinga Joran berdarah. Joran mencoba maju, namun setiap kali ia mendekat, gelombang udara transparan terpental dari tubuh Warden tersebut, melempar Joran kembali ke dinding.

​"Kepin, lakukan sesuatu!" teriak Joran sambil berusaha menstabilkan dirinya.

​Kepin membuka tas peralatannya dengan panik. Ia mengambil koin peninggalan Void Bringers yang tadi ia gunakan di kapal. "Koin ini... ini adalah 'kunci' yang salah! Jika aku bisa memasukkannya ke dalam slot transmisi Warden itu, aku bisa menciptakan arus pendek pada seluruh sistem menara!"

​"Aku akan mengalihkan perhatiannya!" Lyria tiba-tiba berlari ke arah yang berlawanan, berteriak untuk menarik fokus lensa merah sang Warden.

​Warden itu berputar, mengarahkan meriam soniknya ke arah Lyria. Di saat yang kritis itu, Kepin melompat ke arah punggung logam makhluk tersebut, koin di tangannya bersinar dengan cahaya ungu yang tidak stabil.