Setelah Badai, Keheningan Membawa jawaban Baru
Kehampaan Oakhaven
Matahari terbit di atas reruntuhan yang masih berasap.
Laporan Pasca Pertempuran
Sektor KotaStatus KerusakanKeberadaan PendudukAula Utama IstanaTotal (Runtuh ke Tanah) Dievakuasi ke Bawah TanahGerbang OakhavenBerat (Hancur oleh Tulang) Ksatria Tersisa BerjagaDistrik PemukimanSedang (Tersapu Kabut Merah) Ketakutan & Trauma
Menatap Ufuk Timur
Kepin berdiri di atas menara yang terpangkas setengah. Debu abu-abu menyelimuti jubahnya yang compang-camping. Di hadapannya, fajar menyingsing, namun cahaya itu terasa asing bagi matanya yang terbiasa dengan kegelapan.
Rasa amarahnya telah habis, terserap bersama Sang Wraith ke dalam tanah. Yang tersisa hanyalah kekosongan yang dingin.
Denyut Jiwa Sang Ibu
Katalisator Terlarang
Liontin perak itu kini meredup, namun permukaannya terasa hangat. Kepin menyadari bahwa benda ini bukan sekadar perhiasan. Ini adalah Phylactery—wadah jiwa—yang menahan esensi murni dari cinta ibunya untuk melindunginya dari korupsi sihir kematian.
Tanpa perlindungan ini, Kepin mungkin sudah lama kehilangan kemanusiaannya dan menjadi monster yang sama seperti Blood Wraith.
Dilema Sang Penyelamat
Ketakutan
Penduduk Oakhaven masih bersembunyi di balik pintu yang terkunci. Bagai mereka, Kepin tetaplah Necromancer yang membawa pasukan tengkorak.
Rasa Syukur
Beberapa ksatria yang selamat menundukkan kepala saat Kepin lewat. Mereka tahu siapa yang benar-benar berdiri melawan kutukan merah.
Ketidakpastian
Dewi keadilan seolah menutup mata. Oakhaven selamat, namun pahlawan mereka adalah musuh publik nomor satu.
Kata-Kata Kapten Joran
“Dunia tidak akan pernah siap menerima kebenaran bahwa seorang Necromancer menyelamatkan kota suci ini. Jika kau tinggal, mereka akan membencimu. Jika kau pergi, mereka akan melupakanmu. Pilihan mana yang akan kau ambil, Kepin?”
— Kapten Joran, Ksatria Oakhaven
Harga Sebuah Kemenangan
Pasukan Tulang yang Tersisa adalah 0