Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 4: Persekutuan Darurat di Tengah Kabut Darah.


Bangkitnya Sang Kuno

Kegelapan baru yang menelan pasukan kematian Kepin.

Entitas Merah: Blood Wraith

Anomali Sihir

Makhluk ini bukan berasal dari alam kematian biasa. Ia adalah manifestasi rasa sakit dan kebencian ribuan tahun yang terperangkap di bawah Oakhaven. Kabut merahnya mampu menguraikan energi necromancy milik Kepin menjadi abu dalam sekejap.

Predator Energi

Berbeda dengan mayat hidup yang butuh perintah, Blood Wraith bergerak berdasarkan rasa lapar akan nyawa. Ia menyerap esensi dari siapa pun yang berada di dekatnya, termasuk ksatria Oakhaven maupun pasukan tulang Kepin.

Kengerian di Aula Utama

Kepin berdiri terpaku saat pasukannya musnah. Untuk pertama kalinya, sang Necromancer merasakan ketakutan yang nyata. Makhluk itu melayang di tengah aula, sebuah siluet merah darah yang mengerikan.

"Ini bukan sihirku," gumam Kepin. "Ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah disentuh."

Tiga Kekuatan Utama

Necromancy

Kepin memiliki kendali atas kematian, namun sihirnya tidak berdaya melawan entitas darah ini tanpa bantuan energi lain.

Cahaya Suci

Kapten Joran memiliki Pedang Cahaya, namun ia terlalu lemah untuk menahan tekanan mental dari sang Wraith sendirian.

Darah Kuno

Blood Wraith merepresentasikan kekuatan absolut yang tidak memihak, mengancam untuk menghapus Oakhaven dari peta.

Persekutuan Mustahil

"Lupakan masa lalu, atau kita semua akan berakhir di sini."

Dua Sisi Melawan Satu Badai

Joran merangkak bangkit, memegang pedangnya yang retak. Kepin menatapnya dengan bimbang. Liontin ibunya berdenyut di tangannya, memancarkan pelindung perak tipis.

Kepin menggunakan liontin sebagai fokus energi.Joran menjadi perisai fisik di garis depan.Sinergi kegelapan dan cahaya untuk pertama kalinya tercipta.