Kemenangan di Pandawa 2 Krian bukanlah garis finish bagi kami. Justru, aroma kemenangan itu seperti candu yang memicu adrenalin aku dan teman-teman Angkatan 18 untuk bermimpi lebih liar lagi. Kami duduk melingkar di pangkalan, menatap deretan piala yang baru saja kami bawa pulang, namun pikiran kami sudah melompat jauh ke depan.
Aku memandang wajah satu per satu teman seangkatanku. Ada kelelahan di sana, tapi ada binar kebanggaan yang tak bisa disembunyikan. Aku terdiam sejenak, lalu berkata dalam hati, "Teruslah berjuang teman-teman, mimpi kita belum selesai."
Sebagai Pratama, aku melihat api yang sama di mata mereka. Kami segera menyusun rencana besar. Fokus pertama kami adalah Demo Ekstrakurikuler. Kami tidak ingin sekadar tampil; kami ingin menciptakan sebuah pertunjukan yang lebih "wah", sesuatu yang akan membuat adik-adik kelas 7 terpaku dan langsung jatuh cinta pada Pramujiwo, persis seperti perasaanku saat pertama kali melihat demo itu dulu. Kami ingin menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan kami, Pramuka bukan hanya soal baris-berbaris, tapi soal seni dan kebanggaan yang nyata.
Namun, target terbesar yang sedang kami kunci dalam bidikan adalah LT 2. Kekalahan dari SMPN 2 Wonoayu di masa lalu masih menjadi motivasi yang belum tuntas. Kali ini, target kami tidak main-main: Juara 1 Putra dan Putri harus berada di genggaman SMPN 1 Wonoayu.
Kami bermimpi untuk mencetak sejarah baru, melangkah bersama-sama menuju LT 3. Ini bukan lagi soal piala individu, tapi soal kejayaan pangkalan yang kami cintai. Kami mulai menyusun jadwal latihan yang lebih disiplin, membedah setiap kekurangan, dan memperkuat mental regu putra maupun putri. Kami ingin meninggalkan warisan berupa standar prestasi yang tinggi bagi adik-adik kelas kami nanti.
Aku berdiri di tengah lapangan, menatap langit Wonoayu yang cerah. Singgasana yang sesungguhnya sedang kami bangun sekarang melalui cucuran keringat dan kekompakan yang semakin solid. Kami sadar jalan menuju LT 3 tidak akan mudah, namun dengan semangat yang membara setelah kemenangan di Krian, kami siap menaklukkan rintangan apa pun.
Cerita ini belum berakhir. Kami baru saja memulai babak baru untuk menjemput kejayaan yang lebih besar. Bagi Angkatan 18, setiap tantangan adalah panggung, dan setiap keringat adalah investasi untuk sejarah yang akan kami tulis dengan tinta emas.