Perjalanan yang tertulis di dalam lembar-lembar buku ini bukanlah sekadar catatan tentang deretan lomba atau barisan piala yang berjejer di lemari sekolah. Ini adalah cerita tentang sebuah proses. Tentang bagaimana sebuah "kesunyian" setelah kekalahan, perlahan-lahan berubah menjadi riuh semangat saat fajar keberhasilan mulai menampakkan sinarnya.
Kepada teman-teman seperjuanganku di Angkatan 18, terima kasih telah menjadi bagian dari kompas hidupku. Kita telah membuktikan bahwa menjadi seorang Pramuka bukan hanya tentang ketangkasan simpul atau ketegapan langkah, melainkan tentang keteguhan hati untuk tetap berdiri saat jatuh. Kita telah belajar bahwa rivalitas bukanlah musuh, melainkan cermin untuk melihat sejauh mana kita harus terus bertumbuh.
Saat ini, perjuangan kita belum benar-benar berakhir. Mimpi menuju LT 3 masih terbentang luas di depan mata, menantang kita untuk memberikan yang terbaik sekali lagi. Namun, apa pun hasil akhirnya nanti, satu hal yang pasti: kita telah berhasil memenangkan pertempuran melawan rasa takut dan keraguan di dalam diri kita sendiri.
Untuk adik-adik kelas dan siapa pun yang membaca kisah ini, ingatlah satu hal: Jangan pernah takut pada malam yang gelap atau jalan yang berliku. Selama kalian memiliki prinsip yang kuat sebagai penunjuk arah, fajar kemenangan pasti akan datang menjemput. Teruslah melangkah, teruslah merawat harapan, karena setiap tetes keringat yang jatuh hari ini adalah investasi untuk kejayaan yang akan kita tulis besok.
MEI 2026
M. AZKA BAIHAQI