Setelah masa penempaan yang berat, harapan itu mulai menunjukkan kuncupnya. Demo ekstrakurikuler kembali tiba, dan kali ini aku ikut tampil di depan adik-adik kelas 7 yang baru. Melihat kekaguman di mata mereka, aku teringat pada diriku sendiri di masa lalu.
Semangat itu membawa kami ke Jambore Cabang, di mana kami berhasil membawa pulang predikat Kontingen Tergiat 2.
Namun, Pramuka selalu punya cara untuk tetap membuat kami rendah hati. Di lomba LT 2, kami harus menerima posisi Juara 2, kalah tipis dari SMPN 2 Wonoayu, yang berarti impian kami melaju ke LT 3 harus terkubur. Di saat hati kami sedang rapuh itulah, sebuah tanggung jawab besar mendarat di pundakku. Aku terpilih menjadi Pratama.
Sebagai Pratama, aku tidak lagi hanya memikirkan diriku sendiri. Aku harus merawat harapan seluruh anggota regu. Lomba pertama di bawah kepemimpinanku adalah Jelajah Kota 2025. Bersama teman-teman, kami berjuang mati-matian hingga meraih Juara Harapan 2. Meski bukan podium utama, aku tahu bahwa api di pangkalan kami belum padam. Kami sedang merawat setiap jengkal harapan, mempersiapkan diri untuk perjalanan jauh ke Jombang yang akan mengubah cara kami memandang sebuah kejayaan.