Penulis: M.RAFIF ALFINO SETIAWAN

Legenda Wonoayu hutan yang cantik


Dahulu kala, di selatan Sidoarjo, terbentang hutan yang sangat lebat dan gelap. Tidak ada yang berani masuk, karena hutan itu dijaga oleh pohon-pohon raksasa dan binatang buas. Orang-orang menyebutnya Wono Geng.

Di sebuah desa di pinggir hutan itu, hiduplah seorang gadis bernama Ayu Kencana. Wajahnya cantik, hatinya lebih cantik lagi. Ia pandai mengobati orang sakit dengan daun-daunan dari pinggir hutan.

Suatu musim, desa dilanda pagebluk. Panas yang tak kunjung hujan membuat sumur kering dan padi gagal panen. Seorang Resi tua berkata, "Di tengah Wono Geng ada sebuah Sendang. Airnya tak pernah kering. Tapi dijaga oleh seekor Ular Naga."

Tidak ada pemuda yang berani. Ayu Kencana memberanikan diri masuk ke hutan. Selama 7 hari 7 malam ia berjalan, bukan menebang, tapi menyapa setiap pohon.

"Selamat pagi, Mbah Jati. Saya permisi lewat."

"Terima kasih, Ibu Bambu, sudah menutupi saya dari hujan."

Karena kesopanan dan ketulusan hatinya, hutan yang tadinya seram berubah. Pohon-pohon menyingkir membuka jalan, burung-burung menunjukkan arah.

Sampailah ia di Sendang. Di sana benar ada Naga besar bernama Baru Klinting. Naga itu tidak marah, justru terharu.

"Selama ratusan tahun, tidak ada manusia yang masuk ke sini tanpa membawa kapak dan api. Hanya kamu yang datang membawa doa," kata Naga.

Ayu diizinkan mengambil air sendang dengan kendi kecil. Ia juga diberi satu biji padi ajaib. "Tanam biji ini, dan jangan pernah serakah."

Ayu kembali ke desa. Air sendang ia percikkan ke sumur-sumur, dan seketika air melimpahh

Bijipadi ia tanam, dalam semalam tumbuh menjadi hamparan padi yang menguning.

Desa itu menjadi makmur, hutan yang tadinya gelap menjadi terang dan indah, penuh bunga dan buah. Orang-orang tidak lagi menyebutnya Wono Geng (Hutan Seram). 

Mereka menyebutnya WONO AYU  yang artinya Hutan yang Cantik, untuk mengenang gadis cantik yang hatinya secantik hutan itu.