Legenda Asal-Usul Tugu Peluru di Wonoayu
Pada zaman dahulu, ketika Indonesia masih berada dalam masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, wilayah Wonoayu, Sidoarjo, menjadi salah satu daerah yang ikut merasakan keadaan yang penuh ketegangan. Masyarakat hidup sederhana, tetapi memiliki semangat untuk mempertahankan tanah kelahirannya.
Konon, pada suatu masa terjadi pertempuran antara para pejuang dengan pasukan penjajah di sekitar Wonoayu. Para pejuang berusaha mempertahankan wilayah mereka dengan persenjataan yang seadanya. Suara tembakan dan dentuman senjata terdengar di beberapa tempat. Walaupun menghadapi keadaan yang sulit, para pejuang tidak menyerah dan tetap berusaha menjaga kampung halaman mereka.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, dalam pertempuran tersebut banyak peluru ditembakkan dan beberapa di antaranya menjadi bagian dari kenangan perjuangan yang terjadi di wilayah Wonoayu. Peluru kemudian dianggap sebagai lambang keberanian, pengorbanan, dan semangat para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.Setelah keadaan menjadi lebih aman, masyarakat dan pemerintah setempat ingin membuat sebuah tanda untuk mengenang perjuangan tersebut. Dibangunlah sebuah tugu yang bentuknya menyerupai peluru. Tugu tersebut kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai Tugu Peluru.
Bentuk peluru pada tugu memiliki makna tersendiri. Peluru menggambarkan perjuangan para pahlawan dan masyarakat yang pada masa itu harus menghadapi berbagai ancaman. Tugu tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati sekarang tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan.
Seiring berjalannya waktu, Tugu Peluru menjadi salah satu penanda wilayah Wonoayu. Bagi masyarakat setempat, tugu tersebut bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga simbol sejarah dan semangat perjuangan.