Pada suatu pagi, aku dan Sifa pergi bersepeda mengelilingi Wonoayu. Kami melewati jalan desa, sawah, dan rumah-rumah warga yang terlihat ramai.
“Wonoayu ternyata indah dan menyenangkan, ya,” kata Sifa.
“Iya, apalagi masyarakatnya ramah dan suka membantu,” jawabku.
Saat perjalanan, kami melihat beberapa warga sedang melakukan kerja bakti. Kami pun ikut membantu membersihkan lingkungan. Kami merasa senang karena bisa bekerja bersama warga.
Sejak saat itu, aku dan Sifa semakin menyukai Wonoayu. Bagi kami, Wonoayu bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat yang penuh kebersamaan, keceriaan, dan kenangan.