Saat bel istirahat berbunyi, Laura pergi ke perpustakaan sekolah. Laura merasa prihatin saat melihat kondisi perpustakaan yang jarang dikunjungi siswa; rak-rak buku penuh debu, beberapa buku rusak tidak terawat, dan ruang yang semestinya nyaman justru terasa suram dan kumuh.
Semua siswa tidak mempedulikan perpustakaan itu kecuali Laura. Laura berencana membersihkan perpustakaan dan ingin membuat tempat itu menjadi nyaman.
Laura mencari Bu Lina untuk meminta izin untuk membersihkan perpustakaan.
"Bu Lina, saya mau minta izin untuk membersihkan perpustakaan itu," ucap Laura meminta izin.
"O, iya nak. Kenapa sekarang Bu Lina tidak di perpustakaan lagi?" tanya Laura.
"Saya sudah pasrah dengan kondisi perpustakaan itu, Laura. Dulunya perpustakaan itu bersih sekali, tapi semenjak anak-anak diperbolehkan membawa handphone, anak-anak sudah tidak ke perpustakaan lagi," jawab Bu Lina.
"O, ternyata begitu bu. Bu, saya mau merawat perpustakaan itu, bu. Boleh tidak bu?" tanya Laura.
"Boleh banget, Laura. Nanti saya bantu juga," jawab Bu Lina sambil tersenyum hangat.
"Iya bu," jawab Laura sambil tersenyum.
Pada pulang sekolah, Laura pergi ke perpustakaan untuk membersihkan buku-buku itu. Bu Lina juga datang untuk membantu Laura. Mereka mulai dengan menyeka debu dari setiap rak buku, satu per satu dengan hati-hati agar tidak merusak lembaran halus buku lama; Bu Lina menunjukkan cara memperbaiki buku yang sobek menggunakan lem khusus dan plastik pelindung halaman. Sambil bekerja, Bu Lina bercerita tentang buku-buku yang pernah menjadi favorit siswa dulu.
"Lihat buku ini, Laura. Dulunya banyak siswa yang antri mau meminjamnya," ujar Bu Lina sambil mengambil novel tua yang sampulnya sudah memudar.
Laura hanya tersenyum hangat.
Setelah beberapa hari bekerja sama, kabar tentang usaha Bu Lina dan Laura untuk memperbaiki dan menghidupi perpustakaan sudah tersebar di seluruh sekolah. Pada akhirnya, beberapa siswa merasa penasaran dan ikut membantu menghidupi perpustakaan; beberapa siswa membuat dekorasi, dan ada pula beberapa siswa yang merapikan buku sesuai kategori. Mereka juga membuat sistem peminjaman buku secara simpel dengan aplikasi yang dibuat salah satu teman Laura yang pandai komputer.
Untuk menarik peminat siswa lainnya, mereka mengadakan "Hari Buku" setiap akhir bulan; ada lomba membuat cerita pendek dengan hadiah buku baru. Laura juga bekerja sama dengan OSIS untuk mengumpulkan sumbangan buku dari siswa dan orang tua.
Dalam beberapa minggu, cahaya matahari mulai masuk melalui jendela; rak buku sudah tidak berdebu lagi. Perpustakaan mulai ramai lagi, dikunjungi para siswa dan guru. Saat istirahat, banyak siswa yang pergi ke perpustakaan; bahkan beberapa siswa sudah mulai meninggalkan handphonenya untuk pergi ke perpustakaan.
Sejak saat itu, perpustakaan sudah menjadi pusat pembelajaran dan pertemuan siswa. Laura dan teman-temannya membuat Klub Buku yang rutin mengadakan kegiatan untuk mengembangkan minat baca siswa. Bu Lina mulai semangat lagi untuk menjadi guru perpustakaan dan sering berkata bahwa Laura telah memberikan nyawa baru pada tempat yang dulu dianggap terlupakan.
Puisi
Jangan biarkan langkahmu hanya berjalan sendiri
seperti daun kering yang terbang tertiup angin
tak punya tujuan, tak punya tempat pulang
hilang begitu saja, tanpa jejak yang teringat
Hidup bukan sekadar bernapas dan melangkah
bukan sekadar mengisi hari dengan keinginan diri
tetapi menjadi air yang mengalir ke tanah tandus
menjadi cahaya yang menyinari tempat yang gelap
Bisa jadi tanganmu menolong yang jatuh terpuruk
kata-katamu menjadi penenang hati yang luka
ilmu yang kau miliki dibagikan tanpa ragu
kasih sayangmu tercurah bagi yang membutuhkan
Tak perlu menjadi orang yang dipuji banyak orang
tak perlu memiliki harta yang bertimbun banyak
cukup dengan apa yang ada, berikanlah yang baik
maka namamu akan hidup dalam doa dan kenangan
Saat nanti waktu memanggilmu pergi
dan tubuhmu bersemayam di dalam tanah
tak ada yang dibawa kecuali apa yang kau berikan
itulah makna hidup yang benar-benar berarti
Karena orang yang hidup hanya untuk dirinya
seperti lilin yang habis menyala untuk diri sendiri
namun orang yang hidup memberi manfaat bagi lain
seperti matahari, cahayanya terasa hingga ke ujung dunia
"jadilah manusia yang berusaha untuk melakukan kebaikan setiap hari, karena hidup yang bermanfaat adalah hidup yang memperkaya jiwa dan memberikan arti yang lebih dalam"
-- Marcus Aurelius.