Penulis: M Dika Zakaria

Cintailah Dirimu Sendiri


Cintailah Dirimu Sendiri

 

Misaki selalu menyempatkan dirinya untuk meneliti dan mencari cara untuk membuat robot impiannya. Meskipun Misaki selaku di kucilkan di kelas, ia tetap senang dan melakukan sesuatu yang ia sukai. Semua teman-teman nya merasa Misaki sangat aneh, Masa ada anak yang bisa membuat robot. Misaki sendiri juga tidak mudah bergaul dengan teman-temannya.

 

Saat di kelas tidak ada guru Misaki selalu dibelakang membaca buku catatan matematika, Misaki juga merancang untuk membuat robot saat di kelas tidak ada guru. Tapi setiap kali ada teman yang melihat buku catatan Misaki, Misaki selalu menutup bukunya dengan cepat.

 

Tiba-tiba buku Misaki terjatuh, secara tidak sengaja Misugi melihat buku Misaki. Misugi terkesan melihat nilai matematika Misaki.

 

"Misaki nilai kamu bagusss bangett"

 

"Engga kok mungkin ini cuma kebutulan aja kok, lagi pula aku tidak pandai kok" Kata Misaki yang padahal nilai matematika diatas rata rata.

 

Suatu hari, guru komputer Pak Kira mengumumkan bahwa sekolah akan mengikuti lomba robotik tingkat nasional. Semua siswa diajak Pak Kira untuk mengikuti lomba robotik ini, tapi Misaki langsung menggelengkan kepala. 

 

"Aku tidak bisa ikutan, Pak. Robot yang aku buat pasti kalah dari yang lain," ucapnya dengan suara pelan.

 

Pak Kira mendekatinya dan melihat buku catatan yang tersembunyi di bawah meja. Dia melihat gambar rancangan robot yang sangat rinci dan rumus yang benar-benar tepat.

 

"Misaki ini benar, rancangan kamu sendiri?" Tanya pak kira dengan mata yang bersinar-bersinar

 

Misaki hanya mengangguk malu malu

 

"Mari kita buat robot setelah pulang sekolah nanti yaa" Ajak pak Kira dengan senyuman yang hangat. 

 

Setelah pulang sekolah, Misaki pergi ke gudang kecil di belakang laboratorium sambil membawa rancangan robotnya. Disana Misaki membuat robot kecil bersama Pak kira. Berdirilah sebuah robot yang bisa bergerak menyusuri jalurnya yang dibuat oleh Misaki, Pak kira sangat terkejut matanya sampai berkaca-kaca. 

 

"Ini luar biasa, Misaki! Kamu mempunyai bakat yang luar biasa dalam bidang robotik" Pujian Pak Kira sambil tersenyum 

 

Pada hari pelaksanaan lomba, Misaki berdiri dengan percaya diri di depan robotnya. Meskipun tidak menang juara pertama, karyanya mendapatkan pujian dari juri karena desain yang kreatif dan inovatif. Saat kembali ke sekolah, teman-temannya memberikan tepukan tangan dan memanggilnya "ahli robot".

 

Hari berikutnya saat di kelas, Misaki membuka buku catatan dan dan mulai menunjukkan rancangan robotnya kepada teman teman sekelasnya. 

 

Sejak saat itu Misaki sudah tidak lagi berasa di sudut kelas. Bahkan Misaki mendirikan club robotik di sekolah dan mengajak teman temannya untuk mengikuti club robotik. 

 

puisi

Tak perlu membanding dengan apa yang orang miliki

Setiap diri dicipta dengan keunikan tersendiri

Ada yang bersinar terang di hadapan mata

Ada yang indah, meski tak selalu terlihat nyata

 

Terima segala yang ada, baik maupun kurangnya

Bukan cela bila belum sempurna segalanya

Kelebihan adalah karunia yang patut dijaga

Kekurangan pun mengajarimu jadi lebih dewasa

 

Seringkali kau keras menghakimi diri sendiri

Merasa tak cukup baik, merasa selalu kalah hati

Padahal di balik setiap usaha dan perjuangan

Ada nilai besar yang tak semua orang miliki

 

Cintailah dirimu dengan sepenuh rasa tulus

Karena dirimu lah teman yang tak pernah berpaling

Dengan cinta yang tumbuh dari dalam sanubari

Hidupmu terasa ringan, penuh makna dan berarti

 

        "Jika kamu ingin menjadi bebas, belajarlah untuk tidak memberi hal-hal di luar kehendak mu. "

  --epicitetus.

 

        "Hargai dirimu sendiri, tetapi jangan memanjakan dirimu sendiri"

----Marcus Aurelius.