Penulis: M Dika Zakaria

Jadilah Orang Baik


Bagi Pandu, menjadi orang baik di SMP Tunas Bangsa sering kali terasa seperti kutukan. Dia adalah tipe anak yang akan memungut sampah yang dijatuhkan orang lain, meminjamkan catatan meski dia sendiri belum belajar, dan selalu berkata "iya" saat dimintai tolong.

​"Lo itu terlalu baik, Ndu. Orang-orang jadi gampang ngeremehin lo," tegur Rio, sahabatnya, saat melihat Pandu sibuk merapikan kursi-kursi di kelas yang berantakan setelah bel pulang berbunyi.

​Pandu hanya tersenyum tipis. "Cuma rapi-rapi dikit, Yo. Biar besok pagi kelasnya enak dilihat."

​Ujian Integritas

​Suatu siang, sepulang sekolah, Pandu menemukan sebuah dompet kulit berwarna cokelat tergeletak di bawah loker nomor 12. Saat dibuka, isinya cukup mengejutkan: lembaran uang seratus ribu yang banyak dan sebuah kartu identitas. Itu milik Pak Burhan, guru sejarah yang paling galak dan ditakuti satu sekolah.

​Di saat yang sama, Pandu sedang bingung. Uang buku bahasa Inggris-nya hilang, dan ibunya sedang kesulitan keuangan. Setan di telinganya berbisik, "Ambil saja satu lembar, Pak Burhan nggak akan sadar. Lagian, dia sering menghukummu, kan?"

​Pandu diam mematung di koridor yang sepi. Tangannya gemetar. Menjadi orang baik itu pilihan, tapi menjadi jujur di saat butuh adalah perjuangan.

​Langkah yang Benar

​Pandu menarik napas panjang. Ia menutup dompet itu rapat-rapat dan berlari menuju ruang guru. Pak Burhan masih di sana, wajahnya tampak sangat pucat dan panik.

​"Permisi, Pak. Saya menemukan ini di dekat loker," kata Pandu pelan sambil meletakkan dompet itu di meja.

​Wajah kaku Pak Burhan seketika melunak. Ia memeriksa isi dompetnya, lalu menatap Pandu dengan tatapan yang belum pernah Pandu lihat sebelumnya—tatapan penuh rasa hormat.

​"Terima kasih, Pandu. Kamu tidak tahu betapa pentingnya ini. Di dalamnya ada uang untuk pengobatan istri saya sore ini," suara Pak Burhan serak. Beliau merogoh sakunya dan hendak memberi Pandu imbalan, tapi Pandu menolak dengan halus.

​Efek Domino

​Keesokan harinya, sesuatu yang aneh terjadi. Pak Burhan, yang biasanya masuk kelas dengan wajah tegang, hari itu masuk dengan senyum. Ia tidak marah-marah saat ada yang lupa membawa buku tugas. Malah, di akhir pelajaran, ia berkata di depan kelas:

​"Tadi malam saya belajar satu hal dari seorang siswa. Bahwa dunia ini masih punya harapan karena masih ada orang jujur yang memilih tetap baik, meski punya kesempatan untuk tidak baik."

​Semua mata tertuju pada Pandu. Rio menyenggol lengannya sambil berbisik, "Gue tarik omongan gue kemarin. Menjadi baik itu ternyata keren juga."

​Pandu pulang dengan perasaan yang sangat ringan. Ia menyadari bahwa:

​Kebaikan itu bukan tentang kelemahan, tapi tentang kekuatan untuk mengendalikan diri sendiri.

​Orang baik tidak butuh panggung, karena kepuasan batin adalah hadiah terbaiknya.

​Satu kejujuran kecil bisa melunakkan hati yang paling keras sekalipun.

​Jadilah orang baik, karena meski tidak semua orang akan membalas kebaikanmu, setidaknya kamu telah memberikan dunia alasan untuk terus berputar dengan indah.

 

Puisi

Jadilah embun yang menyejukkan bumi

Menetes lembut di atas daun yang layu

Tak meminta imbalan, tak menunggu puji

Hanya memberi kesejukan di setiap waktu

 

Jadilah angin yang berhembus ramah

Membawa harum bunga ke segenap penjuru

Membawa kabar baik, menghapus gundah gulana

Membuat hati yang resah menjadi tenang dan tenteram

 

Jadilah pelita di tengah gelapnya malam

Menunjukkan jalan bagi yang tersesat arah

Tak peduli seberapa kecil cahaya yang kau miliki

Cukup untuk mencegah orang jatuh dan tergelincir

 

Kebaikan tak perlu teriakkan ke seluruh dunia

Tak perlu dipamerkan agar orang-orang tahu

Cukup tersebar lewat senyum dan tutur kata

Lewat bantuan tangan dan ketulusan rasa

 

Mungkin tak semua orang akan menghargai

Mungkin kebaikanmu kadang dianggap sepele

Namun kebaikan itu benih yang tak akan mati

Tumbuh menjadi kebaikan yang lain di hati orang lain

 

Jadilah orang baik, apa pun yang terjadi

Walau dunia tak selalu bersikap sama padamu

Karena kebaikan bukan hanya untuk orang lain

Tapi juga hadiah terindah untuk jiwamu sendiri

 

 

 "kebijakan adalah dasar dari kehidupan yang baik. Jadilah seseorang yang baik. Jadilah seoarang yang jujur, adil, sabar, dan kasih sayang dalam tindakan dan hubungan"

---Seneca.

 

"Menjadi orang baik berarti hidup dengan kebijakan, integritas, dan kebijakansanaan, serta bertindak sesuai dengan nilai nilai yang universal"

---Marcus Aurelius.