Penulis: 9J

Gara-Gara Hoodie Oversize


justrRani punya satu kebiasaan: kalau dia suka seseorang, dia bakal ngehindaru karena malu sendiri.

Dan orang yang bikin dia mendadak malu akhir-akhir ini adalah Adip—cowok tinggi, pendiam, tapi selalu senyum kecil kalau liat sesuatu yang lucu.

 

Masalahnya, tiap kali Rani lihat Adip, jantungnya langsung deg-deg kayak drummer konser rock.

 

Suatu Hari di Kelas…

 

Rani kedinginan karena AC kelas terlalu dingin. Dia cuma bisa ngegosok-gosok tangan sambil mendesis.

 

Adip lihat, langsung ngelepas hoodie oversize abu-abunya.

 

“Pakai ini,” katanya pendek.

 

Rani langsung panik.

“Hah? T-tidak usah, aku kuat kok!”

 

Tapi detik berikutnya dia bersin 3x beruntun, seperti hamster yang lagi protes.

 

Adip cuma mengangkat alis.

“Kuat dari mana?”

 

Akhirnya hoodie itu mendarat di pundak Rani.

Dan begitu Rani memasukkan tangannya ke dalam kantong depan hoodie itu…

 

Dia menemukan permen rasa stroberi, masih baru.

 

Rani: “Ini apa??”

 

Adip garuk-garuk kepala.

“Itu… permen favoritmu kan? Aku sengaja bawa.”

 

Rani membeku.

“A-aku suka stroberi dari mana kamu tahu??”

 

Adip hanya menjawab santai,

“Kamu makannya tiap hari pas istirahat. Aku duduk di belakangmu. Aku bukan buta.”

 

Rani: MATI GEMAS SEKETIKA.

 

Lalu… Plot Twist-nya

 

Saat pulang sekolah, Rani mencoba mengembalikan hoodie itu.

 

“Ini, makasih ya… kamu pasti butuh.”

 

Adip menggeleng.

“Enggak. Simpan aja.”

 

“Lho, kenapa?”

 

Adip tersenyum kecil—senyumnya yang jarang sekali muncul.

 

“Biar kamu punya alasan buat balik ngasih ke aku besok.”

 

Rani langsung merah kayak tomat rebus.