Penulis: Ririn Zaskia Fitri

AN OATH [02]


Angin berhembus perlahan, menyentuh lembut permukaan rumput hijau di sepanjang tepi kolam kerajaan. Di sana, berdiri gadis cantik, putri dari Baron Waverly, Erish Waverly.

Rambut coklatnya berkilauan terpapar sinar matahari.

Senyum manisnya merekah saat ia memandang ikan-ikan yang berebut makanan di kolam. Gaun putih bersih menandakan kerendahan hati dan kesederhanaannya. Di tangannya, Ia memegang sekeranjang makanan ikan yang Ia dapatkan dari paman penjaga kebun.

Erish tak tau, Pangeran mahkota Kerajaan Isidora yang disegani dan dihormati hampir semua orang sedang menatapnya dengan terpesona. Sudut bibir pangeran terangkat, senyum menghiasi wajah tampannya. Pangeran menghampiri gadis itu dengan langkah lembut hampir tak bersuara. Senyum di bibirnya semakin melebar ketika Ia menyematkan surai rambut Erish yang tak ikut terikat ke belakang telinganya.

"THERON!" Panggil seseorang dari kejauhan. Ia berlari diikuti rombongan pelayannya menuju tempat dimana Erish dan Pangeran Theron duduk bersama.

"Dasar tidak tau diri! Menyingkir dari Theron kamu putri baron miskin rendahan!" Hardik Serena, gadis yang baru datang. Ia memakai gaun mewah merekah dengan desain bagian atasnya sedikit terbuka.

Gadis yang dihardik itu menunduk rendah.

"SERENA! Apa yang kamu katakan!? kenapa kamu menyakiti hati lady Erish. apakah pantas putri duke yang terhormat tidak menjaga mulut dan etikanya?! " Balas Theron.

"Theron dengarkan aku, kamu itu calon raja, kamu seharusnya tidak duduk di tanah bersama putri baron rendahan seperti ini, dimana martabat mu?"

"Memangnya kenapa? aku lebih memilih duduk di atas tanah bersama Lady Erish daripada duduk di atas permata bersama putri duke yang tidak bisa menjaga mulutnya sepertimu. “

"THERON!"

"Ayo lady, kita pergi ke tempat lain saja, hawa disini sudah mulai suram" Theron meninggalkan Serena yang masih sangat marah dan kesal, sedangkan Erish hanya bisa menurut saja dan mengekor di belakang Theron.

BYUR!!

Namun belum jauh Erish melangkah mengikuti Theron, Ia tersandung kakinya sendiri hingga tercebur ke dalam kolam. Theron yang panik tentu saja langsung ikut masuk ke dalam kolam dan menyelamatkannya.

Tapi bukan hanya Theron, ternyata ada satu orang lagi yang menceburkan dirinya ke kolam tanpa berpikir panjang untuk menolong Erish. Sagan, Si Pangeran ke-3.

Rupanya Sagan sudah sedari tadi mengawasi mereka dari kejauhan.

Sagan bahkan sudah memandangi Erish jauh lebih lama dibandingkan Theron. Namun Ia tak punya keberanian untuk menghampiri gadis cantik itu.

"Kamu tidak apa apa kan?" Tanya Theron penuh khawatir.

"Apa ada yang terluka lady?"

Sagan juga tampak sama khawatirnya.

"Luke! panggilkan dokter istana!"

"Leiv! suruh pelayan siapkan kamar"

Luke itu nama asisten pribadi Sagan, Sedangkan Leiv, dia adalah asisten pribadi Theron.

"Apakah ada yang sakit, Lady?”

"Mari Lady, saya bantu berdiri"

Sagan dan Theron, kakak beradik itu tampak sangat panik melihat gadis di depan mereka terbatuk-batuk dan kedinginan karena basah kuyup.

"I-iya saya tidak apa-apa pangeran"

"SERENA! Kamu kan yang mendorong Lady Erish ke kolam!"

"НАН? APA APAAN?! AKU TIDAK MELAKUKAN APA APA!"

Theron berdecak kesal lalu menggendong gadis itu sambil memeluknya supaya Ia tidak terlalu kedinginan. Para pengawal disampingnya sudah menawarkan kalu mereka saja yang membawa Erish masuk ke dalam, namun Theron bersikeras membawanya sendiri. Tangan Serena terkepal.

Ia cemburu melihat tunangannya memeluk gadis lain seperti itu.

Benar, Theron adalah tunangan Serena. Serena adalah sang calon putri mahkota yang dijanjikan menjadi pasangannya.

"Kak, tolong urus gadis ini, hukum saja dia supaya tak berani mengganggu Erish lagi. Aku bawa Erish masuk dulu." Setelah mengatakan Itu Theron pergi dari sana. Menyisakan Sagan, Serena, dan para pelayan Serena.

Sagan yang melihat kalau Erish jatuh sendiri tentu tak ambil pusing perintah saudaranya. Ia tahu Serena tidak mendorong Erish, jadi Ia berniat langsung menyusul mereka tanpa memedulikan putri duke yang sifatnya kekanak kanakan itu.

Namun belum sempat Sagan pergi, insiden lain malah terjadi.

BYURRR!

"ΝΟΝΑ!!!"

"NONA SERENA!!"

Serena menceburkan dirinya ke dalam kolam dengan harapan Theron akan kembali dan menolongnya juga. Ia juga ingin merasakan kasih sayang yang Theron berikan kepada Erish.

Paling tidak sedikit saja.

'Tolong.. Sekali saja.. Pedulikan aku seperti kamu peduli kepada gadis itu.. tolong Theron.. aku mohon.. '

Dilihatnya punggung Theron yang perlahan mulai menghilang dari pandangannya. Ia tak kembali. Sama sekali tak berniat untuk kembali. Dada Serena mulai sesak. Bukan karena dinginnya air kolam yang mulai masuk ke paru-parunya, tapi karena dinginnya sikap Theron terhadapnya.

"ck! gadis gila! merepotkan!"

BYURR!

Beruntunglah Serena, meskipun bukan Theron, setidaknya masih ada Sagan yang berbaik hati menyelamatkan nyawanya.

 

              ⊹₊˚‧︵‿₊୨ᰔ୧₊‿︵‧˚₊⊹

 

Ivy menjentikkan jarinya setelah berhasil mengingat ingat adegan dalam novel 'The Win of Love' ketika Serena menceburkan dirinya ke kolam. Benar, saat ini Ia merasuki tubuh Serena tepat setelah insiden itu terjadi.

Untungnya ingatan Ivy tentang alur novel ini masih bagus.

"Lily.."

"Ya nona?"

"Apakah sudah tersebar rumor bahwa Lady Erish lah yang akan diangkat menjadi putri mahkota?"

Para pelayan saling pandang ketakutan. Dari mereka tidak ada satupun yang berani mengangkat suara.

Ivy masih ingat dengan jelas alur novel ini. Setelah insiden tenggelam ini, Theron semakin marah dan benci kepada Serena.

Ia kemudian menyebarkan rumor bahwa Erish yang akan menjadi putri mahkota, walaupun Ia masih resmi bertunangan dengan Serena.

Hal tersebut sudah jelas bertujuan untuk memprovokasinya. Mulai dari sinilah Serena melakukan hal-hal yang malah merugikan dirinya sendiri. Mencoba mengambil apa yang sudah dirampas darinya dengan berniat membunuh Erish.

"Tidak apa Lily, katakan saja, aku tidak akan marah"

Meski sedikit ragu bahwa Serena tidak akan marah, Lily tetap memberitahu nona nya itu. "I-iya nona, ada rumor seperti itu diantara para rakyat dan bangsawan. tapi nona tenang saja! pasti itu hanyalah rumor belaka! Nona Serena lah yang akan jadi putri mahkota"

"Bagaimana respon mereka?"

"Tentu saja para bangsawan banyak yang tidak setuju, nona!"

"Kalau rakyat biasa?”

"ra-rakyat... ka-kalau rakyat.."

Serena yang sebenarnya adalah Ivy itu langsung bergerak mengambil sesuatu di laci meja kamarnya. Semua orang yang berada di kamar itu berusaha menutupi kepala dan wajah mereka sambil ketakutan. Mereka takut Serena mulai melemparkan benda-benda yang ada untuk melampiaskan kekesalannya. Karena biasanya memang la seperti itu.

Tapi, ternyata tidak ada yang terjadi. Serena hanya mengambil beberapa lembar kertas dan alat untuk menulis. Ia terlihat mencorat coret sesuatu.

'Oke, jadi sekarang ini aku beneran masuk ke dunia novel 'The Win of Love' jadi Serena?' Ivy melingkari tulisan 'Serena' dan 'dunia novel’

'Serena yang asli akan terprovokasi untuk membunuh Erish karena tidak terima dengar rumor ini kan? tapi akhirnya dia gagal terus dihukum gantung HIYYYY! AKU NGGAK BAKALAN KAYA GITU!'

'Ih kenapa sih aku nggak masuk kesini dari awal aja pas Serena sama Theron belum tunangan!! kan jadi susah kalau masuknya pas cerita udah hampir ending gini'

'Oke, calm Ivy, tenang, yang penting mulai sekarang aku harus hati-hati'

'Tunggu, daripada itu, bukannya sekarang ini aku jadi orang kaya??! gila! putri dari duke paling kaya di kerajaan loh! berarti aku nggak perlu kerja dongg!!! astaga seneng bangettt!! sekarang nggak akan ada yang berani semena mena lagi sama aku!!! haha— НАНАНАНАНАН! UHUK UHUK.. '

'Ekhem.. Ekhem.. Ya Tuhan! Terimakasih banget udah bikin aku jadi orang kaya di kehidupan kali ini, aku janji sebagai gantinya aku akan jadi orang baik!'

'Aku bakalan jadi anak yang baik, adik yang baik, nona yang baik, lady yang baik, semua yang baik baik, aku bakalan berusaha bikin nasib semua orang di novel ini berakhir bahagia'

'Dan yang terpenting! aku akan menyelamatkan karakter favoriteku, Sagan biar nggak jadi sadboy dan aku nggak akan biarin dia mati tragis karena ditinggal Erish!'

'Lihat aja! Aku bersumpah aku akan jadi Villain paling baik hati yang pernah ada! HAHAHAНАНА!’

Semua pelayan di ruangan itu merinding melihat tingkah Serena yang dari tadi bergumam dan tiba-tiba tertawa sendiri. Mereka tidak tahu majikan mereka bukan orang yang sama seperti dulu.

Mereka tidak tahu tubuh Serena yang sekarang sudah dirasuki Jiwa Ivy.

"Ekhem.. nona? apakah nona baik baik saja?"

"UHUK UHUK UHUK! I-iya Tentu! Tentu saja aku sangat baik-baik saja! iya! hahahahha" Jawab Serena tergagap karena baru saja kembali dari lamunannya.

'Duhh, bikin kaget saja' batinnya.

"Pst.. apa Nona Serena sangat terpukul karena rumor itu sampai terganggu mentalnya? Nona kok tidak bereaksi seperti biasanya dan malah senyam senyum ya?”

"Sepertinya nona jadi gila deh"

"SHH! diamlah kalau tidak mau digorok lehermu!"

"Lily"

"Iya Nona!"

"Sekarang Duke Raylen- ah maksudku Ayah ada dimana?"

"Tuan Duke sedang melakukan peninjauan wilayah bersama dengan para Tuan Muda"

"Kapan mereka akan kembali?"

"Sepertinya sekitar 3 hari lagi."

"Baiklah, terimakasih."

"Pst! Nona Serena mengucapkan terimakasih"

"Iya aku juga mendengarnya, apa kita sedang bermimpi?"

"Uhm.. Nona, apakah nona yakin baik baik saja? apa ada yang bisa kami bantu? apakah kepala nona ada yang sakit"

"Iya aku baik-baik saja Lily, bisakah kalian tinggalkan aku sendirian dulu?"

"Baik nona, panggil kami kalau nona butuh sesuatu"

"Baiklah.. Eh tunggu!"

"Kirimkan suratku ini kepada Ayahanda, sepertinya terlalu lama kalau harus menunggu sampai mereka pulang"

"Baik, nona"

'Theron Ashley Isidora, berbahagialah kamu dengan selingkuhanmu itu! kamu risih kan karena selama ini Serena menempelimu? tenang saja! karena sekarang aku adalah Serena nya, aku tidak akan membuang buang waktu dan tenagaku untuk melakukan itu!’