Menembus Labirin Akar
Langkah kaki tegap yang konstan dari Rangga, Cintia, dan Adit bergema di sepanjang lorong batu bawah tanah. Berkat Magisteel Lantern yang dibawa Cintia, kegelapan pekat labirin akar ini berhasil dihalau, memancarkan cahaya putih murni yang menyingkap stalaktit purba dan sulur-sulur akar pohon beringin yang bergelantungan seperti tirai.
"Tunggu, Rangga. Berhenti!" seru Adit tiba-tiba dari barisan belakang.
Seluruh tim langsung berhenti seketika dalam posisi siap, persis seperti formasi baris-berbaris yang membeku saat aba-aba "Henti!" diteriakkan.
Adit menatap layar kompas mekaniknya yang kini memproyeksikan peta dinamis kiriman Rimuru. "Struktur lorong di depan kita mendadak bercabang tiga, dan frekuensi spiritual di bawah tanah ini naik secara drastis. Ada denyut energi yang besar di cabang sebelah kanan."
"Bagus, Adit! Analisis yang sangat tajam!" Suara Veldora terdengar mantap dari speaker sihir di jubah mereka. Di lantai 100 Labirin Tempest, Veldora sedang membandingkan data Adit dengan buku Babad Nusantara kuno. "Menurut catatan kuno di perpustakaan ini, cabang kanan itu menuju ke aula Akar Kencono, tempat bersemayamnya energi inti yang menjaga kelestarian hutan di atasnya. Namun, berhati-hatilah, energi murni selalu menarik perhatian makhluk penjaga!"
Kemunculan sang Golem Akar
Mengikuti arahan Veldora, tim melangkah tegap menuju lorong kanan. Lorong itu perlahan melebar, membuka sebuah aula bawah tanah yang sangat megah. Di tengah ruangan, terdapat sebuah akar beringin raksasa berwarna emas—Akar Kencono—yang memancarkan pendar cahaya kuning yang hangat.
Namun, kedatangan mereka disambut oleh gemuruh batu yang bergeseran. Serpihan tanah dan batuan purba di sekitar dinding aula mendadak bergerak, menyatu dengan sulur-sulur akar pohon membentuk sesosok makhluk raksasa setinggi lima meter. Itu adalah Golem Akar Kencono, sang penjaga mistis yang terbangun karena merasakan kehadiran energi asing.
ROOOAARRR!
Golem itu mengaum berat, mengayunkan tinju batunya yang besar ke arah Rangga.
"Cintia, aktifkan dinding pertahanan! Adit, cari titik tumpu energinya!" perintah Rangga dengan cepat sambil menarik pedang peraknya.
Cintia dengan sigap mengangkat Magisteel Lantern. Menggunakan energi murni dari lentera tersebut, ia memproyeksikan dinding cahaya pelindung berbentuk sayap naga khas Tempest. BOOM! Tinju golem menghantam dinding sihir itu, menciptakan gelombang kejut yang tertahan dengan solid.
Taktik Presisi Nusantara
Sementara Cintia menahan serangan, Adit dengan tenang mengamati pergerakan golem menggunakan kompasnya. "Rangga! Golem ini digerakkan oleh inti energi magis yang terletak di persendian lutut kirinya! Setiap kali dia mengayunkan tangan kanan, lutut kirinya akan terkunci selama dua detik untuk menahan beban!"
"Dimengerti! Pasukan, bersiap... Langkah tegap maju, jalan!"
Rangga tidak berlari secara acak. Ia bergerak dengan ritme langkah Paskibra yang sangat tegas dan terukur. Langkah kakinya memicu getaran konstan di lantai batu yang justru mengacaukan sensor getaran milik golem bawah tanah tersebut.
Tepat saat golem kembali menarik tangan kanannya untuk memukul, Rangga sudah berada di posisi yang tepat. Dengan satu lompatan tegap yang memanfaatkan dorongan angin dari mantra Cintia, Rangga melesat maju.
SLASH!
Tebasan pedang perak Rangga menghantam tepat di persendian lutut kiri golem yang sedang terkunci. Cahaya hijau mistis yang menjadi bahan bakar golem tersebut mendadak retak dan buyar. Makhluk raksasa dari batu dan akar itu perlahan berlutut, lalu luruh kembali menjadi tumpukan tanah dan batuan alami yang tidak lagi agresif.
Aula kembali sunyi, menyisakan pendar hangat dari Akar Kencono yang kini bersinar jauh lebih bersih setelah hawa negatif di sekitarnya dinetralkan oleh Amulet Pemurnian milik mereka.
Catatan sang Naga di Lembar Bab 39
Veldora bertepuk tangan dengan sangat heboh di lantai 100, merasa sangat puas melihat bagaimana murid-muridnya mengeksekusi taktik dengan begitu dingin dan profesional. Ia menyambar pena emasnya dan menggoreskan tinta di halaman Bab 39:
Bab 39: Penjaga Akar Kencono Dijinakkan. Kerja sama tim Nusantara telah mencapai level yang luar biasa. Ketahanan sihir Cintia, analisis instan Adit, dan eksekusi langkah presisi Rangga berhasil melumpuhkan Golem Purba tanpa merusak ekosistem bawah tanah.
Catatan Eksplorasi: Inti dari Akar Kencono kini telah aman, namun buku kuno Babad Nusantara menunjukkan bahwa labirin ini masih memiliki satu lantai terdalam lagi—tempat di mana rahasia hilangnya peradaban kuno yang membangun gerbang ini tersimpan. Bab berikutnya akan menjadi penutup dari misteri dunia bawah ini!