Pesta Puding di Lantai 100
Suasana di lantai 100 Labirin Tempest hari ini benar-benar meriah. Aroma manis dari puding karamel susu segar buatan Shuna memenuhi seluruh ruangan santai. Di atas meja besar, puluhan piring puding telah ditata rapi, mengelilingi jurnal emas Veldora yang kini memancarkan cahaya pelangi yang tenang dan stabil.
"Kwahahahaha! Rimuru! Lihatlah mahakarya ini!" seru Veldora sambil menyendok puding raksasanya dengan penuh kemenangan. "Jurnal penjelajahanku telah terisi penuh oleh kisah-kisah legendaris!"
Rimuru duduk di seberangnya sambil tersenyum puas, memegang sebuah buklet cetakan eksklusif. "Ya, Veldora. Semua distorsi spasial dan temporal telah benar-benar bersih. Struktur multiverse sekarang jauh lebih stabil berkat bantuan murid-muridmu."
Di sudut ruangan, Ramiris sedang terbang berputar-putar di atas kepala Zegion yang berdiri tegak dengan jubah kehormatan baru. "Veldora! Karena labirin kita jadi terkenal di dunia lain, aku menuntut pembagian keuntungan puding yang lebih banyak ya!" serunya jenaka.
Pesan Terakhir dari Tiga Dunia
Tiba-tiba, halaman terakhir Bab 30 di jurnal emas itu terbuka perlahan. Tiga buah proyeksi gelembung sihir muncul secara bersamaan di atas buku, menampilkan wajah-wajah familiar dari seberang dimensi yang ingin memberikan salam perpisahan dan rasa syukur mereka:
Dari dunia paralel, Rangga, Cintia, dan Adit melambaikan tangan di depan meja belajar mereka yang kini dipenuhi buku-buku strategi baru.
"Master Veldora! Kami telah mendirikan akademi taktik baru di sini menggunakan jurnalmu sebagai panduan utama. Kami tidak akan pernah melupakan bimbinganmu!"
Dari dunia langit, Elian tampak berdiri di atas dek Storm Rider yang berkilau hitam-emas di bawah sinar matahari.
"Terima kasih, Profesor! Kapal terbang ini sekarang menjadi penjaga perdamaian samudra awan. Warna hitam-emas akan selalu menjadi simbol kejayaan kami!"
Dan dari Kota Perunggu, Lyra tersenyum manis dengan latar belakang menara jam besar yang berdetak dengan ritme yang sangat teratur.
"Waktu kami telah kembali berjalan dengan indah, Master. Terima kasih telah membebaskan kota ini dari kebekuan abadi!"
Veldora berdiri tegak, melipat tangan di dada, lalu tertawa dengan wibawa naga sejati yang menggelegar menembus frekuensi dimensi. "Kwahahahaha! Teruslah melangkah maju, murid-muridku yang hebat! Ingatlah, selama kalian memiliki keberanian, strategi, dan sedikit selera estetika yang keren, tidak ada satu pun tantangan di multiverse ini yang tidak bisa kalian taklukkan!"
Dengan lambaian tangan terakhir yang hangat, ketiga proyeksi itu perlahan memudar, meninggalkan kehangatan yang mendalam di dalam hati Sang Naga Badai. Celah dimensi menutup sepenuhnya dengan sempurna, menyisakan jurnal tebal itu sebagai pusaka legendaris yang mengunci ikatan persahabatan abadi mereka.
Lembaran Terakhir sang Naga
Veldora mengambil pena emasnya untuk terakhir kalinya dalam seri petualangan ini. Dengan goresan tinta yang sangat tebal, megah, dan penuh dengan binar kebahagiaan, ia menuliskan kalimat penutupnya:
Bab 30: Grand Finale Penjelajahan Multiverse. Hari ini, lembaran jurnal ini telah resmi penuh. Tiga dunia telah menemukan kedamaiannya, dan lima pahlawan baru telah lahir di bawah bimbinganku. Kisah terbaik bukanlah tentang seberapa kuat sihirmu, melainkan tentang bagaimana tekad dan persahabatan bisa bergema melintasi ruang dan waktu.
Catatan Akhir sang Mentor Agung: Petualangan lintas dimensi ini telah selesai dengan nilai sempurna (200% sukses!). Sekarang, saatnya menikmati 10 porsi puding ekstra dari Rimuru dan kembali membaca tumpukan komik baru yang sudah tertinggal beberapa minggu. Sampai jumpa di draf petualangan berikutnya, wahai pembaca setia! Kwahahahaha!
Sret.
Veldora menutup jurnal emas itu dengan hentakan yang mantap. Lilin di ruangan meredup pelan, digantikan oleh cahaya lampu kota Tempest yang berkilau indah di luar sana, menandakan akhir yang sangat manis dari kisah Sang Naga Badai dan para murid dimensinya.