Penulis: SYARIF HIDAYATULLAH PUTRA A.

Bab 39: Retakan dalam Kesunyian


​Keheningan di dalam Stasiun Pusat mulai terasa menyesakkan. Sudah tiga hari sejak The Swarm of Silence mengepung selubung galaksi. Di luar sana, jutaan predator api itu tidak pergi; mereka justru berkumpul, membentuk lapisan merah yang menyelimuti perisai kehampaan seperti parasit yang menunggu inangnya mati lemas.

​Tekanan dari Dalam 

​"Kepin, energinya mulai tidak stabil," bisik Lyria. Tubuh cahayanya kini berkedip-kedip, menunjukkan beban mental yang luar biasa. "Selubung ini... ia tidak dirancang untuk menahan beban fisik dari jutaan pemangsa yang menempel padanya. Mereka bukan hanya mencari mangsa, mereka sedang mencoba 'mendinginkan' panas yang tersisa di dalam."

​Kepin memeriksa indikator integritas struktural. Angkanya terus menurun secara perlahan. Entitas kristal cair yang menyatu dengan dinding stasiun mulai mengeluarkan suara retakan yang mengerikan.

​"Kapasitas penuh," suara entitas itu terdengar lemah. "Jika salah satu dari mereka berhasil menembus lapisan terluar, reaksi berantai akan terjadi. Kesunyian kalian akan pecah dengan ledakan yang sangat terang."

​Rencana Pengalihan 

​Kepin tahu mereka tidak bisa hanya bersembunyi selamanya. Ia menatap layar yang menampilkan posisi Skyward Grace yang tersembunyi jauh di balik bulan mati, di luar jangkauan radar The Swarm.

​"Kita butuh umpan," kata Kepin tegas. "Sesuatu yang lebih terang dari galaksi ini, sesuatu yang akan menarik mereka menjauh."

​"Tapi apa?" tanya Lyria. "Tidak ada energi yang cukup besar di sektor ini."

​Kepin menatap koin Void Bringers yang tertanam di singgasana. "Koin ini... jika aku memicu overload pada inti koin ini, ia akan menciptakan ledakan resonansi frekuensi yang sangat kuat. Bukan ledakan fisik, tapi ledakan 'suara' digital yang akan terdengar hingga ke galaksi tetangga."

​Pengorbanan Sang Kunci 

​"Jika kau memicu koin itu, kau akan kehilangan kendali atas stasiun ini, Kepin!" Lyria memegang lengan Kepin. "Dan kau... kau berada tepat di pusat ledakannya."

​"Aku tidak akan meledakkannya di sini," Kepin menoleh ke arah sebuah kapsul peluncur data kecil di sudut ruangan. "Aku akan mengirimkan koin ini sejauh mungkin ke arah lubang hitam terdekat. Saat ia meledak di sana, The Swarm akan mengira ada 'makanan' yang jauh lebih besar di sana."

​Kepin mulai melepaskan koin itu dari slotnya dengan tangan gemetar. Saat koin itu terlepas, lampu-lampu di stasiun meredup total. Mereka kini benar-benar buta. Di kegelapan, Kepin memasukkan koin itu ke dalam kapsul peluncur.

​"Joran," Kepin berbisik ke mikrofon cadangan yang terhubung langsung ke kapal sahabatnya. "Saat kau melihat kilatan emas di koordinat 9-9-0, itu isyaratmu. Aktifkan mesin Aether-mu dan tarik selubung ini menjauh saat mereka mengejar koin itu. Selamatkan galaksi ini, kawan."

​"Kapsul itu meluncur keluar dengan suara desisan kecil, membelah kerumunan The Swarm yang kaget. Kini, Kepin dan Lyria berdiri di stasiun yang mati total, menunggu apakah umpan mereka akan berhasil, atau apakah mereka baru saja membuang satu-satunya kunci perlindungan mereka."