Penulis: Zafira Almaira Rahma Alamsyah

Nada Di Tengah Sorakan


Latihan band biasanya berakhir sore, tepat saat lapangan basket dipenuhi sorakan. Zara sering sengaja memperpanjang latihan, bukan karena lagunya belum selesai, tapi karena ia tahu Giovani akan lewat untuk pendinginan setelah pertandingan.

 

Hari itu berbeda. Tim basket baru saja menang di pertandingan persahabatan antar sekolah. Giovani keluar dari lapangan dengan kaus basah keringat dan senyum lebarnya yang khas. Ia langsung berjalan ke arah Zara yang sedang membereskan mikrofon.

 

“Suara kamu tadi kedengaran sampai lapangan, Zar. Kayak soundtrack kemenangan,” kata Giovani sambil menyodorkan botol air dingin.

 

Zara tertawa kecil, pipinya sedikit memerah. “Lebay. Itu cuma efek echo dari aula.”

 

Tapi Giovani cuma menggeleng. “Nggak, serius. Setiap kali kamu nyanyi, rasanya beban latihan jadi ringan.”

 

Momen itu membuat Zara sadar. Lagu yang ia nyanyikan di panggung mungkin hanya beberapa menit. Tapi tawa dan dukungan Giovani yang membuatnya merasa lagunya punya arti.

 

Sejak itu, setiap kali Zara naik panggung, matanya selalu mencari satu sosok di barisan penonton. Dan Giovani? Ia tak pernah absen. Selalu ada, dengan tepuk tangan paling keras dan bunga mawar putih yang ia selipkan diam-diam di meja Zara setelah acara selesai.