Ketegangan di kokpit Skyward Grace begitu pekat hingga Joran bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Di hadapannya, gerbang yang terbentuk dari kristal cair itu memperlihatkan kengerian yang nyata: jutaan titik merah—The Swarm of Silence—yang bergerak seperti awan belalang kosmik, menghancurkan segala sesuatu di jalur mereka.
Perjanjian Bayangan
"Kepin, mereka semakin dekat!" seru Joran, tangannya terpaku pada kendali manual. "Entitas ini... jika mereka ingin memadamkan cahaya kita, bukankah itu berarti mereka harus menghancurkan Jaring Kesunyian?"
Di Stasiun Pusat, Lyria memejamkan mata, mencoba menyelaraskan frekuensi emasnya dengan aura dingin dari entitas kristal cair tersebut. "Tidak menghancurkan, Joran. Mereka ingin 'menyelubunginya'. Mereka menawarkan Shroud of Nullity—selubung kehampaan yang akan membuat galaksi kita terlihat 'mati' bagi radar para pemangsa itu."
"Keputusan ada pada kalian, Pembawa Kunci," suara dari kristal cair itu kembali bergema, kini lebih mendesak. "Selubung ini akan meredupkan nyanyian kalian. Kalian akan tetap hidup, tapi dalam kesunyian yang dalam. Tidak akan ada lagi transmisi antar-bintang selama proses ini berlangsung."
Risiko Isolasi Total
Kepin terdiam. Mengaktifkan selubung itu berarti memutuskan hubungan semua orang di galaksi. Joran tidak akan bisa bicara dengan Kepin; jiwa-jiwa di oasis tidak akan bisa mendengar melodi Lyria. Galaksi akan menjadi pulau-pulau yang terisolasi di tengah samudra kegelapan.
"Jika kita tidak melakukannya, galaksi ini akan menjadi restoran bagi serangga-serangga api itu," ujar Kepin pahit. "Lyria, bisakah kita memodifikasi frekuensi selubung itu agar tetap menyisakan satu saluran rahasia?"
"Mustahil," sela entitas kristal cair itu. "Kebocoran sekecil apa pun akan menjadi suar bagi Pemangsa. Untuk menjadi tidak terlihat, kalian harus benar-benar sunyi."
Langkah Berani
Kepin menatap proyeksi Lyria. Mereka baru saja merayakan kembalinya koneksi antar-jiwa, dan sekarang mereka dipaksa untuk memutusnya kembali demi keselamatan.
"Lakukan," perintah Kepin akhirnya. "Joran, segera kembali ke pangkalan Gilda terdekat. Beritahu mereka bahwa kegelapan yang akan datang bukanlah kematian, melainkan perlindungan. Katakan pada mereka untuk tidak takut pada kesunyian."
Joran mengangguk dengan wajah tegang. "Aku akan merindukan suara kalian."
"Kami akan selalu ada di sana, Joran," bisik Lyria. "Hanya saja... dalam bisikan yang sangat pelan."
Tiba-tiba, entitas kristal cair itu meledak menjadi ribuan benang hitam yang mulai menjalar melalui jalur Jaring Kesunyian. Cahaya emas yang tadinya terang benderang mulai tertutup oleh lapisan perak gelap. Di layar navigasi Kepin, satu per satu bintang "padam" dari sistem pantauan, bukan karena hancur, tetapi karena mereka kini terbungkus dalam pelukan kehampaan yang dingin.
"Saat titik-titik merah The Swarm mencapai perbatasan, mereka hanya menemukan ruang hampa yang mati dan sunyi. Namun di dalam selubung itu, Kepin dan Lyria harus bertahan dalam isolasi total, menjaga api kehidupan tetap menyala tanpa boleh mengeluarkan suara sedikit pun."