Objek di depan Skyward Grace tidak seperti apa pun yang pernah tercatat dalam database Gilda. Joran menahan napas saat sensor kapalnya mulai berteriak—bukan karena ancaman senjata, melainkan karena hukum fisika di sekitar objek itu seolah-olah tidak berlaku.
Sang Penelan Cahaya
"Kepin, kau lihat ini?" suara Joran bergetar di interkom. "Benda ini tidak memiliki massa tetap. Ia terlihat seperti air raksa raksasa yang melayang, tapi setiap kali cahaya bintang mengenainya, cahaya itu hilang. Benar-benar hilang, seolah-olah ditelan."
Di Stasiun Pusat, Kepin mencoba memindai struktur molekul objek tersebut melalui mata Skyward Grace. Layarnya hanya menampilkan garis statis berwarna merah pucat—frekuensi yang sama dengan bisikan yang mereka terima sebelumnya.
"Joran, jangan gunakan mesin Aether untuk menjauh," perintah Kepin cepat. "Mesin Aether bekerja dengan meminjam energi dimensi lain. Jika benda itu menyerap energi, kau hanya akan memberinya 'makan' dan membuat gravitasi di sekitarmu semakin kacau."
Kontak Tanpa Kata
Tiba-tiba, permukaan kristal cair itu bergejolak. Sebuah tentakel panjang berbahan gelap menjulur keluar, namun bukannya menyerang kapal Joran, tentakel itu justru membentuk sebuah simbol di ruang hampa: sebuah lingkaran dengan garis melintang yang persis dengan simbol pada koin Void Bringers milik Kepin, namun dalam posisi terbalik.
"Cermin..." bisik Lyria. Matanya yang keemasan berpendar terang. "Kepin, mereka bukan musuh dari luar. Mereka adalah 'negatif' dari kita. Jika kita adalah harmoni cahaya, mereka adalah harmoni kegelapan."
Tiba-tiba, sebuah suara muncul di seluruh sistem kapal Joran, sebuah suara yang berat dan terdengar seperti gesekan batu purba.
"Keseimbangan telah terganggu," suara itu bergema. "Kalian menyalakan api di tengah malam yang abadi. Api itu menarik perhatian mereka yang seharusnya tetap tertidur. Kami di sini bukan untuk menghancurkan kalian, tapi untuk memadamkan lampu itu sebelum 'Para Pemangsa' tiba."
Ancaman yang Lebih Besar
"Siapa 'Para Pemangsa' itu?" teriak Joran ke arah mikrofonnya.
Objek kristal cair itu mulai memadat, membentuk sebuah gerbang melingkar yang mengarah ke kegelapan yang lebih dalam di luar galaksi. Di dalam gerbang itu, Kepin melihat jutaan titik merah kecil yang bergerak maju—seperti segerombolan serangga raksasa yang terbuat dari api dan amarah.
"Mereka adalah The Swarm of Silence," suara dari objek itu menjawab. "Mereka tidak ingin mengubah kalian menjadi data. Mereka hanya ingin mengonsumsi setiap getaran atom di galaksi ini hingga tidak ada lagi yang tersisa, bahkan kesunyian sekalipun."
"Kepin dan Lyria kini menyadari bahwa Jaring Kesunyian yang mereka pimpin adalah suar yang mengundang bencana. Untuk menyelamatkan galaksi, mereka mungkin harus bekerja sama dengan entitas kristal cair yang misterius ini untuk menciptakan 'Perisai Kehampaan' sebelum Para Pemangsa mencapai perbatasan."